KENDARINEWS.COM — Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengevakuasi 583 korban dalam keadaan meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatra. Data tersebut merupakan laporan terbaru Basarnas per Selasa (2/12) pukul 10.00 WIB.
Syafii, alumnus Akmil 1991, menjelaskan bahwa jumlah orang hilang meningkat menjadi 553 orang, naik dari laporan sebelumnya sebanyak 464 jiwa. “Terevakuasi meninggal dunia ada 583 orang,” ujarnya kepada awak media di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa. Ia menambahkan, “Dilaporkan masih dalam pencarian ada 553 orang.”
Menurut Syafii, bertambahnya jumlah korban hilang terjadi karena tim Basarnas menerima laporan tambahan dari warga. Namun sejumlah laporan datang dari wilayah-wilayah yang terisolasi dengan jalur komunikasi terputus akibat banjir dan longsor di Sumatra bagian utara. “Ya, yang hilang menjadi 553. Jadi terkait dengan kemarin ada beberapa daerah yang terisolasi,” katanya.
Untuk menangani kondisi tersebut, Basarnas akan mengerahkan seluruh kekuatan yang dimiliki, mulai dari kapal laut hingga pesawat, guna membantu evakuasi warga terdampak. Selain evakuasi, Basarnas juga akan memaksimalkan penyaluran bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana. “Kemudian pencarian, karena memang sudah mulai terbuka, kami sudah menggunakan K9 untuk membantu,” ujar Syafii.
Basarnas memastikan operasi pencarian dan penyelamatan terus berlanjut untuk menjangkau seluruh wilayah terdampak, termasuk lokasi-lokasi yang sebelumnya tidak dapat diakses. (jpnn)










































