Muntaber Bisa Sebabkan Dehidrasi Berat, Ini Gejala dan Cara Menanganinya

KENDARINEWS.COM–Muntaber atau secara medis dikenal sebagai gastroenteritis, adalah kondisi yang ditandai dengan diare dan muntah secara bersamaan. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau parasit, dan sangat mudah menular, terutama melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Meskipun sering kali dianggap ringan, muntaber tidak boleh disepelekan, terutama pada anak-anak dan lansia. Jika tidak ditangani dengan benar, penyakit ini dapat menyebabkan dehidrasi berat yang membahayakan jiwa.

Apa Penyebab Muntaber?

Dilansir dari ciputrahospital.com, ada banyak mikroorganisme yang dapat menyebabkan muntaber. Berikut adalah yang paling umum:

  1. Norovirus
    Menular sangat cepat, biasanya melalui makanan/minuman atau permukaan yang terkontaminasi. Gejalanya muncul mendadak, seperti mual, muntah, dan diare.
  2. Rotavirus
    Umumnya menyerang anak-anak, terutama di lingkungan padat seperti sekolah atau penitipan anak.
  3. Adenovirus
    Menyebabkan muntaber terutama pada bayi dan anak kecil, bisa menular melalui tangan atau benda yang kotor.
  4. Escherichia coli (E. coli)
    Beberapa jenis bakteri ini bisa menyebabkan muntaber berat jika seseorang mengonsumsi makanan mentah, daging setengah matang, atau susu yang tidak dipasteurisasi.
  5. Salmonella
    Sering ditemukan pada telur mentah, ayam, atau produk susu yang tidak steril.
  6. Campylobacter
    Dapat menyebabkan diare berdarah dan demam. Umumnya berasal dari konsumsi unggas yang kurang matang.
  7. Shigella
    Penularannya sangat mudah, terutama lewat tangan yang tidak dicuci dengan bersih setelah ke toilet.

Bagaimana Muntaber Menyebar?

Muntaber sangat menular dan bisa berpindah dari satu orang ke orang lain melalui:

  • Kontak langsung dengan penderita
  • Makanan atau minuman yang terkontaminasi
  • Permukaan atau benda yang sudah terpapar virus atau bakteri
  • Kurangnya kebersihan tangan

Masa penularan biasanya terjadi dari awal munculnya gejala hingga 48 jam setelah gejala menghilang.

Cara Mengatasi Muntaber di Rumah

Jika mengalami muntaber ringan, berikut langkah awal yang dapat dilakukan:

  • Istirahat total
  • Konsumsi cairan elektrolit atau oralit secara berkala untuk mencegah dehidrasi
  • Makan makanan ringan dan mudah dicerna, seperti pisang, bubur, dan roti tawar
  • Hindari makanan pedas, berlemak, dan produk susu

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari bantuan medis apabila:

  • Gejala berlangsung lebih dari 2–3 hari
  • Muncul tanda dehidrasi berat (mulut kering, jarang buang air kecil, pusing)
  • Diare disertai darah
  • Muntah tak kunjung berhenti

Dokter dapat memberikan obat anti-mual, cairan infus, atau antibiotik jika diperlukan.

Cara Mencegah Muntaber

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Berikut langkah pencegahan muntaber:

  • Rajin cuci tangan dengan sabun
  • Hindari air mentah dan makanan mentah
  • Masak makanan hingga matang sempurna
  • Cuci buah dan sayuran dengan bersih
  • Gunakan alat makan pribadi
  • Berikan vaksinasi rotavirus pada anak sesuai anjuran medis

Kesimpulan

Muntaber adalah penyakit pencernaan yang sangat menular dan berisiko tinggi menimbulkan dehidrasi, terutama jika tidak segera ditangani. Dengan menjaga kebersihan diri, mengelola makanan dengan benar, dan memahami gejala-gejalanya, muntaber dapat dicegah dan diatasi sejak dini.(*)

Tinggalkan Balasan