Tangkal Hoaks, KPU Bersama Stakeholder Gencar Edukasi Kepemiluan

KENDARINEWS.COM–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tenggara (Sultra) masif melaksanakan edukasi terkait kepemiluan jelang Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024. Salah satu isu dan tantangan yang dipaparkan kepada masyarakat yakni masalah hoaks. 

Kordiv Parmas dan SDM KPU Sultra, Amiruddin mengungkapkan, belum lama ini pihaknya bersama Polda Sultra melaksanakan sosialisasi terkait kepemiluan dengan masyarakat. Dalam kesempatan itu dirinya memaparkan beberapa tantangan utama menjelang pemilu salah satu diantaranya adalah masalah informasi hoaks. 

“Tantangan pemilu yakni adanya berita hoaks yang marak di media sosial.i itu yang kemudian mengganggu (pemilu) kita,” ungkap Amiruddin kemarin. 

Oleh karena itu, Ia mengharapkan masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak jelas sumbernya termasuk mampu memfilter semua informasi yang diterima. 

Guna melindungi masyarakat dari informasi hoaks seputar pemilu, pihaknya telah menyiapkan berbagai kanal informasi di media sosial yang bisa diakses oleh masyarakat. 

“Kami punya akun media sosial yang bisa diakses masyarakat  sebagai sumber informasi yang terpercaya mengenai kepemiluan seperti akun YouTube, Facebook, Instagram dan lain-lain. Kami harap masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak jelas sumbernya,” ungkap Amiruddin. 

Selain informasi hoaks, lanjut Amiruddin, tantangan pemilu lainnya yakni masalah money politic (Politik Uang). Menurutnya, politik uang adalah masalah pemilu yang sulit untuk dihilangkan karena sudah menjadi tradisi saat pemilu. 

“Saya kira ini (Politik Uang) dari pemilu ke pemilu sering kita dapati. Menghadapi politik uang ini kami mengantisipasinya dengan memberikan pendidikan pemilu kepada masyarakat agar memilih itu bukan hanya karena uang tapi kesukarelaan menggunakan hak pilihnya. Bagaimana caranya? Caranya dengan mengenali peserta pemilu, partai politik, maupun calon yang tawarkan,” ungkap Amiruddin. 

Disisi lain, ia juga berkesempatan memaparkan soal strategi dalam Meningkatkan partisipasi peran masyarakat dalam Pemilu 2024. Ada tiga strategi yang disiapkan pihaknya pertama soal transparansi dan terarah. Maksudnya penyampaian terkait kepemiluan berdasarkan informasi yang dibutuhkan masyarakat. 

Kedua sosialisasi pemilu. Pihaknya berupaya melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada pemilih agar mau menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu 2024.

“Pendekatan secara spesifik disini dibutuhkan adanya variasi model pendekatan, metode dan cara penyampaian, dan sosialisasi dan pemilihan pemilu untuk setiap segmen pemilih. Saat ini kami juga mrmanfaatkan platform media sosial,” ungkap Amiruddin. 

Ketiga, adalah kolaborasi. Pihaknya membangun kolaborasi baik dengan peserta pemilu maupun pemerintah termasuk dengan stakeholder terkait seperti TNI/Polri. “Kami sudah sampaikan kepada masyarakat bahwa pemilu ini bukan semata mata kerja KPU saja, tapi semua elemen bangsa ini dituntut untuk bersama-sama mensukseskan pemilu,” pungkasnya. (ags/kn)

Tinggalkan Balasan