Pemkab Konawe Gagas Pembangunan Jalan Poros Latoma-Routa

KENDARINEWS.COM — Kecamatan Routa merupakan, satu-satunya wilayah di Kabupaten Konawe, yang belum mempunyai jalan penghubung secara langsung, dengan pusat pemerintahan di wilayah tersebut. Selama ini, warga Routa yang hendak ke Unaaha (ibu kota Konawe), hanya punya dua akses pilihan. Harus melintasi Konawe Utara (Konut) terlebih dahulu, atau bisa mengakses jalan lain dengan melingkar melalui Sulawesi Selatan (Sulsel) tembus ke Kolaka.

Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa dan Sekab Konawe, Ferdinand Sapan

Jika dilihat dari peta administrasi Konawe, Kecamatan Latoma merupakan wilayah terdekat dengan Routa. Hanya saja, kedua wilayah itu belum bisa terkoneksi, lantaran terhalang gunung dan hutan lindung. Pemerintah kabupaten (Pemkab) Konawe pun siap mendorong pembangunan jalan poros Latoma menuju Routa. Rencananya, panjang jalan yang dibangun sekira 40 km. Yakni, dengan menghubungkan Desa Nesowi (Latoma) dengan Desa Parudongka (Routa).

Suasana Dialog dengan Masyarakat

Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa meyakini, pembangunan akses penghubung Latoma-Routa, bakal menghidupkan perekonomian pada dua wilayah tersebut. Kery mengaku siap memperjuangkan pembangunan jalan poros Latoma-Routa. Namun sebelum itu, dirinya meminta masyarakat Latoma, terlebih dahulu membuat jalan rintisan penghubung kedua wilayah secara swadaya. Jalan rintisan itu, dibuat dengan cara membersihkan pohon maupun semak belukar, pada jalur yang diproyeksi dapat mengkoneksikan Latoma dan Routa. Katanya, jalan rintisan tersebut menjadi salah satu syarat pendukung untuk mengurus izin pembukaan jalan di pusat. “Jarak Latoma dan Routa 40 kilometer lebih. Itu yang nanti akan kita tembus. Ini harus cepat terealisasi, supaya roda perekonomian masyarakat Latoma maupun Routa bisa semakin meningkat,” ujar Kery Saiful Konggoasa.

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa berdiskusi dengan Sekab Konawe Ferdinand Sapan, saat bertemu masyarakat di Kecamatan Latoma, baru-baru ini.

Sementara itu, Sekretaris Kabupaten (Sekab) Konawe Ferdinand Sapan mengemukakan, pembangunan jalan penghubung Latoma-Routa tidak bisa langsung dieksekusi. Sebab, ruas jalan yang rencana dibangun mesti dibuka dengan cara membelah kawasan hutan. Olehnya itu, Pemkab Konawe sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat, terkait izin pembukaan jalan tersebut.

“Kami sudah mengajukan usulan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Kita minta pertimbangkan izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH), agar dapat dilakukan pembukaan pembangunan jalan poros Latoma-Routa” beber Ferdinand Sapan. (kn)

Tinggalkan Balasan