–Ikhtiar Bupati Kery dalam Pemerataan Jaringan Internet ke Pelosok
KENDARIPOS.CO.ID — Digitalisasi merupakan kebutuhan yang sangat penting di berbagai sektor. Di era ini, perkembangan teknologi dan informasi terus berlangsung dengan cepat. Dalam konteks Konawe, pemerataan akses internet menjadi suatu hal yang sangat krusial, terutama di daerah terpencil. Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa, telah menegaskan komitmennya dalam mengatasi tantangan ini. Salah satu langkah yang diambil adalah memperluas infrastruktur telekomunikasi di desa-desa, termasuk dengan membangun lebih banyak menara Base Transceiver Station (BTS) yang didukung oleh pemerintah pusat.
Bupati Kery mengatakan, dalam rangka pemerataan aksesibilitas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe telah mendorong pembangunan BTS untuk sarana komunikasi di 6 wilayah kecamatan. Kata dia, 6 wilayah tersebut sangat minim dari aspek pemenuhan layanan komunikasi. Baik itu sinyal telepon maupun jaringan internet. Contohnya di Kecamatan Latoma dan Routa.
Dengan demikian, pembangunan tower BTS di wilayah pelosok dapat mengatasi persoalan layanan digitalisasi di Konawe. “Bahkan Kecamatan Routa telah berhasil kita dorong percepatannya untuk memperoleh layanan listrik oleh PLN. Sehingga, masyarakat Routa yang selama ini belum merasakan layanan internet dan listrik, kini telah memperoleh layanan tersebut sebagaimana mestinya,” ujar Bupati Kery kepada Kendari Pos, kemarin.
Mantan Ketua DPRD Konawe itu menuturkan, penyediaan jaringan internet di wilayah pelosok, bisa menjadi jalan masuk untuk membuka keterisolasian. Menurut Bupati Kery, hal itu tentunya akan berdampak positif bagi wilayah tersebut. Tersedianya jaringan internet pun bisa digunakan untuk mengangkat potensi daerah tersebut. Misalnya, hasil pertanian, perkebunan, pariwisata dan lain sebagainya.
“Kalau pemerintah desa (pemdes) mau, sebenarnya bisa dianggarkan di Dana Desa (DD) untuk memasang tower internet. Biayanya tidak begitu mahal, bisa disisihkan dari DD,” imbuh Bupati Kery.
Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Kominfo Konawe, M.Akib Ras mengatakan Pemkab Konawe setiap tahunnya mengusul pengadaan tower BTS ke pemerintah pusat. Tahun 2021 misalnya, tower BTS telah dibangun di 7 pada 2 kecamatan, yakni Latoma dan Routa.
Di Latoma, tower BTS terpasang di 4 titik. Sementara di Routa, tower pemancar telekomunikasi tersebut dipasang di 4 titik. “Salah satu titik pemasangan tower BTS berada di Desa Nesowi, Kecamatan Latoma,” ujar M.Akib Ras, kemarin.
Akib Ras menerangkan, pembangunan tower BTS itu diusulkan Pemkab Konawe ke Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI. Tahun 2022, 16 stasiun pemancar diusulkan dan telah dibangun di beberapa titik. Titik pemasangannya terbagi di beberapa kecamatan. Yakni, Asinua, Latoma, Routa, Anggalomoare, Sampara dan Kecamatan Meluhu.
“Kita prioritaskan wilayah yang belum ada jaringan sama sekali. Tower BTS itu akan memancarkan jaringan Telkomsel 4G bagi warga dulunya kesulitan akses internet,” tutur Akib Ras yang juga mantan pelatih atlet bulutangkis dunia, Apriyani Rahayu itu.
Ia menyebut, pengerjaan pembangunan tower BTS sepenuhnya dilakukan oleh pemerintah pusat. Pemkab Konawe hanya sebatas mengusul titik-titik lokasi pembangunannya saja. “In Sya Allah hingga tahun 2024, jaringan di Konawe hingga wilayah pelosok sudah bagus semuanya,” tutup Akib Ras. ()










































