Pengamat: Hugua dan Fajar Hasan Berpotensi Rengkuh Kursi DPR RI

KENDARINEWS.COM–Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPD PDIP) Sulawesi Tenggara (Sultra) telah mantap mendorong enam kader bertarung di Pemilihan Legislatif (Pileg) DPR RI dapil Sultra. Enam bacaleg tersebut diyakini mampu memenuhi target yang dicanangkan 2 kursi. 

Wakil Ketua DPD PDIP Sultra Agus Sana’a menyebut, enam Bacaleg yang didorong berkompetisi di Pileg DPR RI dapil Sultra yakni Ir. Hugua, Hasrat Haji Nabi, Waode Karida Silvia Djarudju, Ahmad Safei (Bupati Kolaka), Fatimah, dan Muhammad Fajar Hasan. 

“Saat ini 1 kursi untuk DPR RI. Pileg 2024, kami optimistis menambah jadi 2 kursi,” kata Agus Sana’a, Kamis (25/5). 

Alasan rasional mencapai 2 kursi, kata dia, komposisi enam bacaleg yang diusung tersebut memiliki kapabilitas dan ekektabilitas mumpuni. Terlebih ada beberapa merupakan tokoh besar Daerah baik wilayah Kepulauan maupun Daratan.

Misalnya ada Ir. Hugua mantan Bupati Wakatobi dua periode yang saat ini menduduki kursi Komisi II DPR RI. Dia mendulang kemenangan di Pemilu 2019 setelah mengumpulkan 70.741 suara. Kemudian ada Ahmad Safei yang kini masih aktif sebagai Bupati Kolaka yang ditargetkan bisa merengkuh sekitar 75 ribu suara. 

“Kemudian ada juga Muhammad Fajar Hasan yang merupakan keterwakilan kepulauan yakni Muna, Muna Barat, dan Buton. Juga termasuk bacaleg lainnya Hasrat Haji Nabi yang merupakan anggota DPRD Sultra dapil Konsel-Bombana pada Pemilu 2019 berhasil meraih 10,371 suara,” ujar Agus. 

“Juga ada Wa Ode Karida Silvia dan Fatimah optimis meraih suara diatas 50 ribu,” tambah Agus.

Agus Sana’a mengatakan, intruksi dari Ketua DPD PDIP Sultra Lukman Abunawas agar semua bacaleg bekerja dengan optimal tanpa saling mengganggu atau beririsan satu sama lain. Karena misi atau tujuan sama yakni bagaimana memperoleh simpati rakyat mengumpulkan suara terbanyak. 

“Secara spesifik tidak ada pembagian kerja. Masing-masing bekerja normal karena di wilayah asalnya misalnya, seperti Pak Hugua di Wakatobi tidak semua cenderung kepada Hugua. Termasuk di Kolaka, pasti tidak semua cenderung ke Ahmad Safei. Jadi para caleg bekerja saja sesuai strategi terbaik masing-masing, tanpa menjatuhkan satu sama lain,” imbuh Agus.

Terpisah, Pengamat politik Sultra Dr. Najib Husain mengatakan, melihat komposisi enam kader PDIP yang didorong di Pileg DPR RI, menggambarkan bahwa partai besutan Megawati ini mencoba melakukan kaderisasi di kancah politik nasional. Hal itu bisa dilihat dari enam orang yang diusung mewakili semua kelompok. Ada kelompok senior yang dipegang oleh Hugua, dan ada kelompok junior yang melekat pada Fajar Hasan.

“Sehingga dengan komposisi ini memberikan banyak tawaran bagi pemilih untuk melihat yang mana yang dapat dipercaya atau didukung mewakili Sultra melalui PDIP,” kata Dr. Najib Husain Kamis (25/5).

Target 2 kursi PDIP di DPR RI, kata dia, sudah sangat rasional. Karena kader-kader yang diusung masing-masing memiliki basis suara cukup bagus. Meskipun trget 2 kursi dapat terwujud jika ada kerjasama yang baik di internal PDIP. Artinya disatu sisi bekerja untuk masing-masing caleg, tetapi warna ideologi mesti dikedepankan. Kelebihan PDIP yakni dikenal ideologis dibanding partai lainnya. 

“Walaupun orang menganggap bahwa istilah petugas partai sebagai bentuk loyalitas tinggi kepada partai dan lebih besar dibandingkan dengan loyalitas kepada negara dan bangsa, tetapi sebenarnya cara itu adalah strategi PDIP melekatkan kadernya dengan partai. Agar kader tidak jalan sendiri dan senantiasa solid dengan ideologi partai,” ujar Najib. 

Dr. Najib Husain menambahkan, dari target dua kursi, maka dua figur yang berpotensi besar duduk di kursi DPR RI yakni Ir. Hugua dari kalangan senior dan Fajar Hasan dari kalangan junior. Alasannya, Ir. Hugua sebagai anggota DPR RI saat ini dan juga mantan Bupati Wakatobi dua periode dua periode memiliki basis suara yang sangat loyal.

“Kemudian Fajar Hasan yang merupakan politisi muda atau mewakili kaum millenial yang diketahui bersama kuantitas pemilih millenial di Sultra sangat besar,”tandas Dr. Najib. (ali/kn).

Tinggalkan Balasan