Ulang Kesuksesan, Parinringi Gondol Adipura

Legacy Birokrat Cerdas

KENDARINEWS.COM — Kolaka Utara (Kolut) kian fenomenal. Di bawah sang nahkoda Penjabat (Pj) Bupati Kolut Parinringi, daerah berjuluk Bumi Patowonua ini mampu bersinar di pentas nasional. Terbaru, Kota Lasusua mendapat penghargaan Piala Adipura. Prestasi demi prestasi yang diraih Kolut membuktikan daerah di ujung Utara Sulawesi Tenggara (Sultra) ini tak lagi dipandang sebelah mata. Dari percaturan kompetisi di level regional dan nasional, Kolut selalu bersinar. Sesuai dengan tagline Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolut “Raih Prestasi Sambut Investasi”.

Pj Bupati Kolut Parinringi (kanan) dan Kepala DLH Kolut Mardang (kiri) memegang penghargaan Zaro Waste Zero Emission Indonesia.

Parinringi berupaya memberikan yang terbaik Kolut. Membenahi yang kurang dan melengkapi serta mempertahankan yang sudah baik. Makanya, ia mendorong perangkatnya berlomba-lomba bekerja dan berinovasi. Jika apa yang dilakukan penuh kesungguhan, tidak mustahil meraih prestasi. Setelah mengantar Kolut meraih penghargaan tahun lalu, kini pemerintah mendapat penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan KemenLHK berupa Piala Adipura. Capaian ini salah satunya berkat program Selasa Bersih.

“Kerja keras kita bersama bersama bisa menghasilkan prestasi. Itu artinya, program yang kita laksanakan berjalan sesuai rencana. Jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) konsisten dalam menjalankan program Selasa Bersih. Yang tak kalah pentingnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kolut yang bisa mengemban tugasnya dengan baik terutama petugas kebersihan. Mereka telah bekerja dengan baik sehingga Kota Lasusua menjadi bersih dan hijau yang berujung pada Piala Adipura,” kata Parinringi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (28/2).

Bagi Parinringi, prestasi ini menambah catatan legacy. Sebelumnya, mantan Wakil Bupati (Wabup) Konawe ini berhasil membawa Kolut meraih berbagai penghargaan tahun 2022 lalu. Mulai Kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) 2022 dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dan penghargaan inovasi layanan publik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB) lewat Sistem Layanan Adminduk Kolaka Utara Offline Online Terintegrasi (Si Laku O2T). Di tingkat provinsi, Desa Saludongka Kecamatan Pakue Utara menjadi juara pertama Desa Tematik.

Menteri LHK Siti Nurbaya (dua dari kanan) menyerahkan Piala Adipura kepada Pj Bupati Kolut Parinringi (kanan) di gedung Manggala Wanabakti Jakarta kemarin

Dalam penyerahan Piala Adipura di gedung Manggala Wanabakti Jakarta, Menteri LHK Siti Nurbaya mengapresiasi capaian Pemkab Kolut. Kepada Pj Bupati Parinringi, ia berpesan agar masyarakat Kolut bisa mempertahankan prestasi yang diraih dengan tetap menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Apalagi prestasi ini merupakan kali keenam bagi daerah berjuluk Bumi Patowonua ini. Ia mengajak masyarakat bersama-sama berkolaborasi mendukung program pemerintah. Salah satunya menjaga kebersihan lingkungan.

Kepala DLH Kolut Mardang mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak dalam mendukung program pemerintah menangani persoalan persampahan dan lingkungan. Dukungan itu akhirnya berbuah penghargaan Piala Adipura. DLHK sendiri telah memiliki berbagai program termasuk yang sifatnya rutin dan harian dalam merawat, menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Lewat program Selasa Bersih, OPD turut membantu dan rutin menggelar bersih-bersih. Apalagi gerakan ini melibatkan berbagai stakeholder hingga masyarakat.

“Alhamdulillah, Kolut berhasil meraih piala Adipura. Ini merupakan penghargaan ke tujuh. Kolut terakhir menerima Adipura tahun 2019. Sejak pandemi Covid, penghargaan tahun ini vakum dan baru dilombakan tahun 2022. Jadi penghargaan ini adalah hasil penilaian tahun lalu. Hanya saja, baru diumumkan dan diserahkan tahun 2023. Apapun itu, ini merupakan prestasi yang membanggakan. Sebab tidak semua Kabupaten/Kota yang mendapatkan supremasi tertinggi KemenLHK menyangkut kebersihan dan keindahan,” jelasnya.

Mantan Asisten II Pemkab Kolut ini menambahkan ada dua beberapa lokasi yang menjadi lokasi penilaian. Mulai Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), Tempat Pembuangan Sampah (TPS), pasar, pelabuhan, pemukiman penduduk, perkantoran hingga kawasan pertokoan. Dalam upaya meraih Adipura, kerja-kerja petugas lapangan lebih ditingkatkan. Sebab aspek tata kelola pemerintahan yang baik masuk kategori penilaian. Fisiknya, kebersihan dan keteduhan lingkungan perkotaan. Untuk non fisik mengenai institusi, manajemen, dan daya tanggap dalam mengelola lingkungan perkotaan. (adv)

Tinggalkan Balasan