Jelang HUT Konawe ke-63, Kery Gelar Ritual Mosehe Wonua

KENDARINEWS.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe baru saja menyelesaikan prosesi penyucian kampung atau Mosehe Wonua, Jumat (24/2). Ritual tersebut sengaja digelar Pemkab menjelang hari ulang tahun (HUT) ke-63 Konawe. Dalam pelaksanaan salah satu ritual adat suku Tolaki tersebut, Pemkab juga menyembelih seekor kerbau sebagai simbol tolak bala agar Konawe dijauhkan dari bencana.

Ritual adat Mosehe Wonua itu, digelar di pelataran kantor Pemkab Konawe dan diikuti langsung Bupati, Kery Saiful Konggoasa, Sekretaris Kabupaten (Sekab), Ferdinand Sapan, Kapolres, AKBP Ahmad Setiadi serta para pejabat lainnya. Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa, mengatakan, Mosehe Wonua merupakan tradisi kearifan lokal warisan leluhur suku Tolaki yang mesti dilestarikan. Lewat ritual adat itu, Kery berharap otoritanya dapat terhindar dari segala bentuk pertikaian dan perpecahan. Terkhusus, dalam menghadapi kemungkinan gejolak seiring banyaknya investasi swasta yang masuk di Konawe.

“Mari kita sama-sama berdoa agar dijauhkan dari musibah dan bencana. Semoga Allah SWT menjaga kekayaan alam kita di Konawe,” harap Konawe-1 itu. Di tempat yang sama, Ketua DPD Lembaga Adat Tolaki (LAT) Konawe, H. Abdul Ginal Sambari menjelaskan, prosesi adat tersebut bertujuan meminta kepada Sang Pencipta untuk menyucikan tempat atau wilayah. “Untuk suku Tolaki, Mosehe ini sangat tinggi nilainya. Itu karena memiliki arti menyucikan diri atau wilayah,” ungkap Ginal Sambari.

Ia mengaku, ritual Mosehe Wonua dimasa lampau, digelar jika terjadi selisih paham dalam pelaksanaan pemerintahan suku Tolaki. Entah itu akibat ulah pribadi, maupun tindakan secara berkelompok. “Kami berharap kegiatan adat Mosehe terus dilakukan oleh masyarakat Konawe. Tradisi ini tidak melanggar syariat keagamaan. Sebab, inti dari ritual ini adalah meminta pada Allah SWT agar dijauhkan dari segala marabahaya,” tandasnya. (KN)

Tinggalkan Balasan