Antam Rehab Rumah Tidak Layak Huni

KENDARINEWS.COM–Lagi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Kolaka merehab rumah tidak layak huni seorang warga yang ada di Desa Langori, Kecamatan Baula, Senin (6/2).

Public Relation Assistant Manager PT Antam Tbk UBPN Kolaka, Tadius Raba’ menjelaskan bantuan tersebut merupakan wujud kontribusi perusahaan dalam memajukan kehidupan masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasinya. Adapun bantuan yang diberikan kali ini yaitu dana sebesar Rp 20 juta.

“Semoga dengan bantuan tersebut dapat merubah rumah yang tidak layak huni ini menjadi layak huni. Sehingga dengan rumah yang layak tersebut maka penghuninya dapat tinggal dengan aman, nyaman, dan sehat,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam beberapa tahun terakhir, pihaknya terlibat aktif berkontribusi dalam program pembangunan dan rehabilitasi rumah tidak layak huni menjadi layak huni milik warga. Kata dia, program tersebut tidak hanya dilakukan di ring satu perusahaan yaitu Kecamatan Pomalaa, tetapi juga telah dilaksanakan di kecamatan lain yang ada di Bumi Mekongga.

“Program ini dilaksanakan atas sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kolaka. Masyarakat yang rumahnya paling urgen untuk dibantu maka disitu kami hadir,” tutur Tadius.

Camat Baula, Syahrial Darmawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Antam. Menurutnya, perusahaan tersebut telah banyak memberikan bantuan terhadap masalah yang dihadapi warganya.

“Bantuan seperti ini juga sudah dilakukan Antam kepada korban angin puting beliung di desa Puu Bunga. Antam membangunkan 1 unit rumah warga yang sebelumnya telah rata dengan tanah karena terjangan puting beliung saat itu. Kami berharap, sinergitas antara pemerintah, masyarakat, dengan Antam akan semakin baik lagi,” harapnya.

Sementara itu, Jamaluddin (72), warga Desa Langori yang mendapatkan bantuan tersebut mengungkapkan, kondisi rumahnya saat ini memang tidak layak lagi untuk ditinggali. Selain atapnya yang sudah bocor, tiang-tiang rumah panggung tersebut juga sebagian besar sudah mulai lapuk. “Saya merasa sangat bersyukur sekali atas bantuan yang diberikan Antam ini. Bantuan ini sangat berarti bagi saya,” tuturnya.

Jamaluddin adalah warga Desa Longori yang tinggal sebatangkara tanpa sanak keluarga. Ia lahir di Sinjai dan menetap di desa Langori sejak tahun 1978. Untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, ia hanya mengandalkan uluran tangan dari tetangganya.

Penyerahan bantuan Antam tersebut juga disaksikan oleh Kepala Desa Langori Ndau Mursalim dan dihadiri juga oleh Comdev Assistant Manager PT Antam Tbk UBPN Kolaka Anggoro Dwi Saputro. (fad/KN)

Tinggalkan Balasan