oleh

Pemkab Konawe Proyeksi APBD 2023 Capai Rp 2,1 Triliun

KENDARINEWS.COM — Proyeksi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Konawe pada tahun 2023 mendatang, mengalami kenaikan cukup fantastis. Taksirannya mencapai Rp 2,1 triliun, naik signifikan dibanding tahun 2022 sebesar Rp 1,4 triliun. Proyeksi kenaikan APBD itu, dikarenakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe diberi ruang fiskal yang lebih besar oleh Pemerintah Pusat untuk mengusulkan program yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK).

Sekretaris Kabupaten (Sekab) Konawe, Ferdinand Sapan, memastikan Pemkab akan memaksimalkan usulan program DAK ditahun 2023. Setelah dikalkulasi, usulan program tersebut mencapai selisih hingga Rp 600 miliar. Katanya, Pemkab Konawe mendapat porsi pengusulan DAK yang besar hingga mencapai sembilan kategori. Sementara daerah lain, diporsikan hanya untuk lima batas kategori pengusulan program. “Peluang itu yang coba kita manfaatkan. Sehingga kita mengusulkan sebanyak mungkin program DAK sesuai batas maksimal porsi yang diberikan Pemerintah Pusat tersebut,” ujar Ferdinand Sapan, Kamis (8/9).

Secara spesifik, Ferdinand Sapan tak menyebut detail usulan program DAK yang taksirannya mencapai Rp 600 miliar tersebut. Yang jelas, sasaran prioritas dalam program pembiayaan itu melekat di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis lingkup Pemkab Konawe. Diantaranya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, PUPR, Dinas Pertanian, serta instansi lainnya. “Yang pasti, sasarannya itu untuk membiayai infrastruktur dan perumahan. Termasuk kegiatan yang dapat menunjang peningkatan perekonomian masyarakat. Serta, bidang pertanian, perikanan dan peternakan,” sambungnya.

Mantan Kepala BPKAD Konawe itu menambahkan, saat ini daerah tersebut mendapat perhatian lebih dari Pemerintah Pusat. Prospek makro ekonomi di otorita Bupati, Kery Saiful Konggoasa tersebut kian membaik. Kontribusi Konawe terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pun sangat besar. Salah satunya, dari sisi investasi. Meskipun jika dilihat secara fiskal kedaerahan, lanjut Ferdinand Sapan, masih banyak kekurangan yang perlu dioptimalkan.

Menurutnya, kekurangan itulah yang mesti ditunjang dengan infrastruktur daerah agar lebih memadai. “Saya juga ingin katakan bahwa, salah satu unsur pendukung Konawe mendapat jatah DAK yang besar itu karena program kita di daerah punya sinergi dengan percepatan pembangunan proyek strategis nasional (PSN). Misalnya, pembangunan Bendungan Ameroro di Uepai, kawasan Indonesia Konawe Industrial Park (IKIP) di Routa, serta Bendungan Pelosika di Kecamatan Asinua,” pungkasnya. (b/adi)

Komentar

Tinggalkan Balasan