oleh

KPU Konawe Ajukan Dana Pilkada Rp 95 Miliar

KENDARINEWS.COM– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Konawe telah mengusulkan permintaan dana ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe sebesar Rp 95 Miliar.

Ketua KPU Konawe, Mu­hammad Azwar, mengakui itu. Nominal dana yang diusulkan tersebut memang lebih besar dibandingkan dengan angga­ran Pilkada Konawe pada 2018 lalu, yang hanya sejumlah Rp 54,9 miliar.

Estimasi dana Pilkada itu juga disesuaikan situasi ekonomi saat ini. “Usulan ini hampir dua kali lipat dibanding Pilka­da sebelumnya. Kita berharap kebutuhan anggaran yang diajukan KPU Konawe bisa terpenuhi. Dengan demikian, berbagai tahapan pelaksa­naan dapat berjalan lancar dalam mewujudkan pelaksan­aan Pemilu yang demokratis,” ujar Muhammad Azwar, Senin (1/8).

Ia menuturkan, kenaikan usulan biaya Pilkada sebesar Rp 95 miliar itu, tak lepas dari naiknya honorarium petu­gas Badan Ad-Hoc Pemilu. Mulai dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pe­mungutan Suara (PPS), serta Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Muhammad Azwar menye­but, kenaikan upah itu ber­variasi sesuai tingkatan ba­dan Ad-Hoc. “Untuk Pilkada Konawe ini, penyusunan ang­garan yang kita lakukan masih mengikuti skema biaya tahun 2020. Kita juga masukkan pem­biayaan pencegahan Covid-19, karena Pilkada ini tetap harus sesuai standar protokol kes­ehatan,” ungkapnya.

Azwar menambahkan, usu­lan dana itu belum final. Kemungkinannya, bisa ter­jadi pengurangan atau bah­kan tetap sesuai usulan awal ke Pemkab Konawe. Hingga saat ini, KPU Konawe masih menunggu keputusan Pem­kab terkait kebutuhan angga­ran untuk membiayai Pilkada di daerah berjuluk lumbung beras Sulawesi Tenggara tersebut. “Ini baru pengusu­lan dari KPU Konawe. Tentu­nya, harus disesuaikan lagi dengan kekuatan anggaran daerah. Kita masih menunggu pertemuan selanjutnya untuk membicarakan bersama Pem­kab,” tandasnya. (KN)

Komentar

Tinggalkan Balasan