Pimpin Upacara HUT ke-62 Konawe, Kery : Jaga Persatuan dan Kesatuan!


KENDARINEWS.COM — Hari ini, 3 Maret, Kabupaten Konawe berusia 62 tahun. Hari Ulang Tahun (HUT) Konawe diperingati lebih awal, Rabu (2/3). Dalam perjalanan usia setengah abad lebih, Konawe tumbuh menjadi kabupaten unggul di jazirah Sultra. Di era Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa, pertumbuhan investasi melesat. Realisasi investasinya tertinggi di Sultra. Cukup fantastis. Sebesar Rp20,056 triliun. Bupati Kery bertekad menjadikan Konawe masa depan Sultra dan Indonesia.

Tekad itu tidak muluk-muluk. Bupati Kery punya analisa dan hitungan tajam soal menjadikan Konawe masa depan Sultra dan Indonesia. Secara umum, total realisasi investasi yang masuk di Sultra pada tahun 2021 mencapai Rp27,932 triliun. Rinciannya, Rp23,6 triliun berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA), sisanya Rp4,334 triliun dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PDMN). Tahun 2022 ini, aktivitas pertambangan di Konawe dipastikan kian menggeliat. Hal itu menyusul adanya investasi baru di Kecamatan Routa yang bernilai fantastis, yakni Rp56 Triliun.

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa saat memimpin Upacara HUT ke-62 Konawe di pelataran kantor bupati, Rabu (2/3).

Belum lagi kandungan mineral yang dikandung perut Bumi Konawe sangat melimpah. Ada nikel, lithium dan kobalt di Kecamatan Routa. Lithium yang juga turunan nikel merupakan bahan baku baterai penggerak mobil listrik yang mulai dikembangkan di beberapa negara di Eropa. Jadi tak berlebihan jika Bupati Kery menegaskan Konawe masa depan Sultra dan Indonesia

“Negara-negara di Eropa sudah ancang-ancang memakai tenaga baterai untuk mobil pada tahun 2025 ke atas. Jadi, masa depan dunia ada di Asia sekarang. Kalau masa depan Sultra sudah pasti ada di Konawe. Buktinya kita yang terbaik dari 17 kabupaten/kota se-Sultra dalam hal investasi. Dan Konawe menjadi masa depan Indonesia,” ujar Bupati Kery usai upacara HUT ke-62 Konawe di pelataran kantor bupati, Rabu (2/3).

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa

Peringatan HUT Konawe tahun ini mengusung tema “Lipu i Konawe Mediuako Ronga Mepokoaso”. Artinya, Kabupaten Konawe Maju dan Bersatu. “Dengan tema ini, saya berharap kita semua senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan. Kita perlu bersatu untuk memastikan Konawe lebih maju dan berkembang sehingga dapat memberi manfaat untuk Sultra dan Indonesia,” kata Bupati Kery.

Bupati Konawe dua periode itu mengatakan, Konawe terus berkembang dari masa ke masa hingga saat ini. Setiap periode estafet kepemimpinan, tentunya menorehkan berbagai pencapaian masing-masing. Para pemimpin Konawe dengan berbagai dinamika di masanya telah berusaha mempersembahkan yang terbaik bagi masyarakat yang dipimpinnya.

“Sebagai generasi penerus kita patut memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada mereka. Tugas kita saat ini memastikan agar masyarakat Konawe dapat mencapai kesejahteraan, kemandirian dan daya saing yang kuat,” ungkap Bupati Kery.

Makro Pembangunan Konawe Terbaik

Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa sangat bangga atas kinerja aparatur Pemkab Konawe dalam urusan penyelenggaraan pemerintahan. Hal itu dilihat dari pencapaian makro pembangunan Konawe. Dalam 4-5 tahun terakhir, Konawe menjadi yang terbaik di ketimbang daerah lain di Bumi Anoa dari segi makro pembangunan. “Inilah yang kita inginkan agar Konawe senantiasa menjadi yang terbaik. Pokoknya the best di Provinsi Sultra,” ujarnya.

Bupati Kery mengemukakan, kemajuan dan ketahanan makro pembangunan di Konawe dapat dilihat melalui statistik pertumbuhan ekonomi yang senantiasa bergerak positif meskipun dimasa pandemi Covid-19. Kata dia, daerah lainnya di Sultra mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi di masa pandemi, bahkan hingga level minus. Berbeda dengan Konawe, pertumbuhan ekonominya tetap survive.

Sebagai gambaran, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi Konawe di tahun 2018 sekira 10,7 persen. Tahun 2019, meningkat menjadi 11,84 persen. Tahun 2020, grafiknya sekira 6,42 persen. Angkanya tetap positif kendati mengalami perlambatan lantaran mewabahnya Covid-19.

“Untuk tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Konawe naik menjadi 6,51 persen. Pencapaian pertumbuhan ini jauh diatas rata-rata pertumbuhan kabupaten/kota lainnya di Sultra,” ucap Bupati Kery.

Mantan Ketua DPRD Konawe itu menerangkan, implikasi dari pertumbuhan ekonomi itu berdampak terhadap peningkatan pendapatan perkapita masyarakat di daerah berjuluk lumbung beras Sultra itu. Tahun 2017, pendapatan perkapita warga Konawe berada di level Rp22.265.000 pertahun alias Rp1.855.000 perbulan. Tahun 2022, naik signifikan menjadi Rp30.073.816 pertahun, alias Rp 2.506.000 perbulan.

Di samping itu, capaian investasi daerah pada tahun 2021, Konawe mencatatkan prestasi membanggakan. Konawe peringkat tujuh secara nasional. Di level Sultra, realisasi investasi Konawe tertinggi dan menempati peringkat pertama. Capaiannya sekira Rp20, 056 triliun. Jauh meninggalkan realisasi yang dicapai daerah lainnya di jazirah Sultra.

“Pada tahun ini rencana investasi besar juga akan masuk di kecamatan Routa sebesar Rp58 triliun, serta di Kecamatan Morosi Rp32 triliun. Ini tentunya akan semakin memperkokoh ketahanan perekonomian Konawe, serta akan membawa manfaat besar bagi Sulawesi tenggara dan Indonesia,” optimistis mantan Ketua DPD PAN Konawe tersebut.

Warga Miskin Menurun, IPM Meningkat

Dalam lima tahun terakhir, Bupati Konawe Kery, berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 15,65 persen pada tahun 2017, menjadi 13,03 persen di tahun 2021. Hal itu menempatkan Konawe sebagai daerah dengan kinerja penurunan angka kemiskinan tercepat se-Sultra dalam lima tahun terakhir.

Belum lagi mengenai indeks pembangunan manusia (IPM) di Konawe yang terus mengalami peningkatan. Kery menyebut, ditahun 2018 IPM Konawe sebesar 70,72 persen. Naik menjadi 71,29 persen ditahun 2019. Selanjutnya, tahun 2020 mencapai 71,35 persen dan tahun 2021 meningkat menjadi 71,48 persen.

“Pencapaian ini tentunya hasil dari kerja keras dan kerja cerdas kita semua sehingga menghasilkan prestasi yang membanggakan. Saya harap seluruh stakeholder pemerintah, lembaga vertikal dan masyarakat Konawe tetap kompak dan bersama-sama berperan dalam pembangunan di Konawe. Harmonisasi antar lembaga pemerintah dan masyarakat adalah kunci sukses kita mencapai kegemilangan,” ujar Bupati Kery.

Politikus PAN Sultra itu menambahkan, pemkab Konawe saat ini terbukti mampu mendorong kemandirian daerah melalui sektor pertanian, termasuk tanaman pangan, peternakan dan perikanan. Konawe kini menjadi daerah menuju level maju yang berdaya saing dengan bertumpu pada sektor industri alias manufaktur.

Tantangan ke depan untuk Konawe menurut Bupati Kery adalah bagaimana meningkatkan level pelayanan publik yang berorientasi pada digitalisasi berbagai aspek penyelenggaraan pemerintahan. Sehingga, Konawe menjadi daerah maju dan modern sesuai tuntutan perkembangan globalisasi dunia.

“Kita semua harus tetap berperan aktif dalam konteks pembangunan di Konawe. Konawe ke depan harus semakin mengukuhkan peran strategisnya dalam rangka menyongsong Konawe gemilang dan Sultra gemilang,” tegas Bupati Kery.

Upacara peringatan HUT Konawe turut dihadiri jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Konawe. HUT kali ini, Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa memimpin upacara HUT tanpa didampingi Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara yang telah mangkat. Bupati Kery rupanya masih mengenang sosok tandemnya itu.

Saat memimpin upacara itu, Bupati Kery meminta para hadirin mendoakan mendiang Gusli Topan Sabara. “Mari kita doakan orang-orang yang sudah berjasa untuk kemajuan Konawe. Kita doakan juga almarhum Wakil Bupati Konawe, almarhum Gusli Topan Sabara agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tuturnya, seraya memandu hening cipta saat peringatan HUT ke-62 Konawe.

Dalam peringatan HUT Konawe itu, Bupati Kery memberikan penghargaan kepada sejumlah pegiat sosial, pendidikan, kesehatan, budaya dan lainnya. Reward juga diberikan kepada personel TNI/Polri yang berkontribusi dalam meningkatkan capaian vaksinasi Covid-19 di Konawe. (adi/b)

Konawe Masa Depan Sultra dan Indonesia

Tinggalkan Balasan