Bupati Konawe Komitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

KENDARINEWS.COM — Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa berkomitmen menghadirkan pelayanan publik secara prima guna memuaskan warga yang kerap mengeluhkan mekanisme pelayanan yang berbelit-belit. Pelayanan publik kian digenjot sebagai wujud hadirnya pemerintah, sekaligus memenuhi hak-hak warga yang mendambakan pelayanan berkualitas.

Komitmen itu kian ditabalkan mantan Ketua DPRD Konawe itu mengawali tahun 2022. Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa mengatakan, keluhan masyarakat akan ribetnya pelayanan publik di Pemkab bakal segera teratasi dalam waktu dekat. Konawe sudah mendirikan gedung Mall Pelayanan Publik (MPP) di eks kantor Satpol-PP & Damkar.

Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa saat meninjau fasilitas pelayanan publik di RS Konawe, beberapa waktu lalu.

Gedung MPP Konawe itupun bakal dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, di antaranya jaringan internet, counter pelayanan keterwakilan 28 instansi lingkup Pemkab. MPP Konawe itu digadang-gadang menjadi solusi bagi warga yang mengidam-idamkan pelayanan yang berkualitas. “Memang kita harus kearah sana, memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Sebab, mengukur keberhasilan pembangunan itu bukan pakai pendekatan makro ekonomi atau laju pertumbuhan ekonomi saja. Namun, kita harus tingkatkan juga indeks kepuasan masyarakat,” ujar Kery Saiful Konggoasa.

Politisi PAN itu menuturkan, dalam struktur organisasi pemerintahan di daerah, terdapat 217 jenis pelayanan publik yang harus dipenuhi dan menjadi tugas pemerintah terhadap masyarakat.

Di satu sisi Kery menyadari, bukan hal mudah, setiap pemerintahan di daerah mengerjakan tugas pelayanan publik yang jenisnya mencapai ratusan tersebut. Namun, Bupati Konawe dua periode itu menargetkan tiga jenis pelayanan publik harus benar-benar dimaksimalkan. Yakni, pelayanan kesehatan, perizinan, dan kependudukan. “Aspek pelayanan kesehatan, saya sudah minta Direktur BLUD RS Konawe membuat pakta integritas untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Disdukcapil juga saya minta perbaiki pelayanannya, jangan sampai ada pungli lagi disitu. Terkait perizinan, mekanisme pelayanan tentunya sudah lebih mudah, tapi dengan syaratsyarat yang harus dipenuhi oleh pihak yang berkepentingan,” ungkap Kery Saiful Konggoasa.

Sementara itu, Sekab Konawe Ferdinand Sapan mendorong agar pelayanan publik bisa terintegrasi. Keinginan itu dimaksudkan agar masyarakat bisa dimudahkan dalam banyak hal. Entah itu dari segi informasi maupun sistem pelayanan publik itu sendiri. Pemkab sejak jauh-jauh hari bertekad mendirikan gedung MPP Konawe. “Sehingga pelayanannya bisa terpadu, terfokus pada satu tempat. Jadi, semua yang berkaitan dengan proses pengurusan maupun perizinan, kita akan hadirkan di tempat itu. Dinas-dinas atau instansi vertikal lain akan ikut didalamnya,” beber Ferdinand Sapan. (adi/adv)

Tinggalkan Balasan