Disperindag Wakatobi Usul Perda Retribusi Parkir


KENDARINEWS.COM — Sampai kini, dari 10 unit pasar di Kabupaten Wakatobi, ternyata tak ada satupun yang menyumbang retribusi parkir. Tahun lalu Peraturan Daerah (Perda) terkait retribusi parkir sudah diusulkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Wakatobi untuk dibahas. Namun hal itu tidak sempat terealisasi.


Tahun ini, rencananya dokumen tersebut akan kembali diusulkan agar bisa dibahas. Diupayakan bisa tuntas sehingga pihak Disperindag bisa melakukan pemungutan retribusi parkir di pasar. Kendati tidak semua pasar layak untuk pemberlakuan retribusi parkir, namun tahun ini ditargetkan sudah ada Perda yang mengatur hal tersebut.

Fasilitas sudah tersedia di Pasar Sentral Pulau Wangi-Wangi. Kini Disperindag akan mengusulkan penerapan Perda retribusi parkir pada kawasan pasar yang layak.

Kepala Disperindag Wakatobi, Safiuddin, menjelaskan jika Perda retribusi parkir sudah ada, maka tidak semua pasar bisa dilakukan pungutan. Pasalnya, fasilitasnya sudah harus tersedia. Di Wakatobi, hanya ada satu pasar yang sudah memenuhi syarat untuk penarikan retribusi parkir. “Untuk di Wakatobi baru pasar Sentral Kecamatan Wangi-Wangi Selatan yang sudah layak dan memenuhi untuk dilakukan pungutan parkir,” ungkapnya, Jumat (4/2).

Jika sudah ada Perda, maka setidaknya ada pasar yang menyumbang retribusi parkir sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD). Pasalnya, sejauh ini hanya retribusi pasar yang memberikan sumbangan PAD dengan jumlah yang melebihi target. “Tahun lalu target PAD kita awalnya hanya Rp 278 juta, lalu pada pembahasan perubahan anggaran, kita optimis tambah Rp 311 juta, ternyata realisasinya Rp 400 juta lebih. Pasti kalau ada retribusi parkir, bisa bertambah lagi,” sambung Safiuddin.

Pihaknya berharap usulan pembahasan Perda retribusi parkir bisa dibahas oleh DPRD Wakatobi hingga tuntas tahun ini. Sehingga bisa terealisasi tahun 2023 mendatang. (b/thy)

Tinggalkan Balasan