oleh

BPS – Pemkab Kolut Sinergi Wujudkan Satu Data

KENDARINEWS.COM–Data merupakan salah satu kebutuhan yang sangat penting dalam berbagai bidang. Salah satunya sebagai dasar perencanaan pembangunan nasional maupun daerah. Atas dasar itulah, Badan Pusat Statistik (BPS) dan Pemkab Kolaka Utara (Kolut) membangum sinergi untuk mewujudkan satu data.

Bupati Kolut yang diwakili Asisten III Muhammad Idris mengatakan sinergi yang terbangun antara pihaknya dengan BPS merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 Tahun 2019 tentang satu data Indonesia.

Asisten III Pemkab Kolut, Muhammad Idris (ketiga dari kiri) bersama Kepala BPS Kolut, Sidik (kedua dari kiri) dan Forkopimda sempatkan foto bersama saat menghadiri FGD Satu Data Indonesia, kemarin

“Satu data Indonesia merupakan kebijakan tata kelola data pemerintah untuk menghasilkan data yang akurat, mutakhir, terpadu dan dapat dipertanggungjawabkan, serta mudah diakses, digunakan, dan dibagi pakai oleh berbagai pihak yang membutuhkan data,” kata Muhammad Idris dalam Forum Group Discussion (FGD) Mewujudkan Satu Data Indonesia di Kolaka Utara, kemarin.

Lanjut dia, di zaman yang serba modern saat ini, satu data Indonesia menjadi sangat penting untuk diimplementasikan. Pasalnya, satu data mendorong integrasi data dan layanan pemerintah melalui standarisasi tata kelola data dan interoperabilitas, layanan pemerintah terintegrasi tidak bisa terwujud jika kondisi data masih tersebar dan dengan standar yang beragam.

“Dengan data dan layanan pemerintah yang terintegrasi, masyarakat selaku pengguna layanan akan dimudahkan dalam mengakses dan memanfaatkan layanan pemerintah,” kata Idris.

“Melalui upaya manajemen dan penjaminan kualitas data, proses pengambilan keputusan, perumusan kebijakan, dan pengembangan layanan dapat lebih terarah dan berbasis fakta,” sambungnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Kolaka Utara, Sidik menyambut baik sinergi yang terbangun antara pihaknya dengan Pemkab Kolut. Ia yakin kolaborasi yang terjalin dapat mewujudkan satu data Indonesia dan mempercepat pengumpulan data sebagai bahan untuk penyusunan daerah dalam angka (DDA).

“Orang-orang bijak mengatakan membangun memang sangat mahal karenan membutuhkan anggaran yang begitu besar. Apalagi dimasa pandemk Covid-19 saat ini terkoreksi sangat dalam,” kata Sidik.

Ia memastikan membangun tanpa data yang akurat dan berkualitas maka sudah bisa dipastikan pembangunan yang dilaksankan tidak akan berkualitas atau tidak tepat sasaran. “Karena tidak tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat maka akan berdampak langsung terhadap pemborosan anggaran. Jadi data itu sangat penting,” kata Sidik. (ags)

Komentar

Tinggalkan Balasan