BPBD Kolaka Salurkan Bantuan Air Bersih, 58 KK di Dua Wilayah Terdampak Kekeringan Terbantu

KENDARINEWS. COM— Musim kemarau yang masih berlangsung membuat akses air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Kolaka semakin sulit. Menanggapi hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kolaka terus bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.

Dalam rentang dua hari berturut-turut, BPBD Kolaka menurunkan armada tangki air bersih ke dua lokasi berbeda, yaitu Kelurahan Ngapa, Kecamatan Wundulako, dan Desa Rano Sangia, Kecamatan Toari.

Penyaluran pertama dilakukan di lingkungan RT 01 dan RT 02, RW 02 Puutobu, Kelurahan Ngapa. Sebanyak 25 kepala keluarga atau sekitar 105 jiwa menerima bantuan air bersih. Dalam kegiatan ini, BPBD menyalurkan total 14.800 liter air bersih, didukung satu unit tangki berkapasitas 5.000 liter dan satu unit tandon berkapasitas 1.200 liter. Penyaluran dikoordinasikan bersama pemerintah kelurahan setempat.

Sehari sebelumnya, bantuan juga disalurkan ke Desa Rano Sangia, Kecamatan Toari. Kali ini jangkauan lebih luas, meliputi Dusun II hingga Dusun IV. Tidak hanya ke rumah warga, air bersih juga disalurkan ke fasilitas ibadah seperti masjid dan musollah. Sebanyak 33 kepala keluarga atau 109 jiwa terbantu. Proses penyaluran dilakukan bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan kepala dusun setempat.

Secara keseluruhan, dalam dua hari operasi tersebut, BPBD Kolaka telah menyalurkan bantuan air bersih kepada 58 kepala keluarga dengan total sekitar 214 jiwa di dua wilayah Kabupaten Kolaka.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kolaka, Efendy, menjelaskan bahwa penyaluran ini merupakan respons langsung pemerintah daerah terhadap kesulitan warga memenuhi kebutuhan dasar selama musim kemarau.

“Penyaluran dilakukan secara bertahap dari rumah ke rumah menggunakan armada tangki air bersih. Langkah ini kami lakukan agar bantuan benar-benar dapat menjangkau warga yang paling membutuhkan, disesuaikan dengan kondisi dan ketersediaan air di lapangan,” ujar Efendy, Senin (26/10).

Efendy menambahkan, pihaknya akan terus memantau kondisi di lapangan dan memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran. Koordinasi yang erat dengan pemerintah kecamatan dan desa menjadi kunci agar kebutuhan air bersih warga dapat teridentifikasi dan terpenuhi dengan cepat selama musim kemarau berlangsung.

“Kami berharup kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih untuk keperluan sehari-hari, tetap terpenuhi dengan baik sampai kondisi cuaca membaik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan