Maksimalkan E-Parkir, Dishub Sultra Tekan Kebocoran Pendapatan Asli Daerah

KENDARINEWS.COM— Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara terus berupaya meningkatkan pengelolaan pendapatan daerah secara transparan dan akuntabel. Salah satu langkah strategis yang kini digencarkan adalah penerapan sistem parkir elektronik atau E-Parkir. Sistem ini diharapkan mampu menekan angka kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mempermudah pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sultra, Muhammad Fadlansyah, menyampaikan hal tersebut dalam keterangannya di Kendari, Selasa (14/10/2026). Menurutnya, penerapan E-Parkir bukan sekadar perubahan alat pembayaran, melainkan perubahan tata kelola yang lebih modern dan terukur.

“Selama ini kita tahu bahwa pengelolaan parkir secara manual masih menyisakan celah yang dapat menyebabkan pendapatan daerah tidak tercatat sepenuhnya. Dengan E-Parkir, setiap transaksi tercatat secara langsung dan akuntabel, sehingga pendapatan yang masuk ke kas daerah menjadi lebih tepat sasaran,” ujar Muhammad Fadlansyah.

Melalui sistem E-Parkir, pembayaran dilakukan secara digital sehingga seluruh data tercatat secara real-time. Masyarakat pun tidak perlu lagi repot menyiapkan uang tunai, cukup dengan memindai kode yang tersedia. Petugas juga lebih mudah dalam melayani tanpa harus menerima uang secara langsung.

Fadlansyah menambahkan, langkah ini sejalan dengan upaya besar pemerintah provinsi dalam memperkuat digitalisasi layanan publik di berbagai sektor.

“Digitalisasi adalah kunci untuk menutup celah kebocoran. Jika datanya jelas dan tercatat, tidak ada lagi ruang untuk ketidakjelasan. Hasilnya, pendapatan daerah meningkat dan kita punya lebih banyak sumber dana untuk pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Saat ini sistem E-Parkir terus disosialisasikan dan diterapkan secara bertahap di berbagai titik strategis. Pihaknya juga berharap dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat agar sistem ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang maksimal bagi kemajuan daerah.

Tinggalkan Balasan