KENDARINEWS.COM — Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Rabat, Maroko, turut merasakan secara langsung kemeriahan pembukaan Piala Afrika 2025 yang digelar pada Minggu (21/12/2025).
Staf Penerangan Sosial Budaya (Pensosbud) KBRI Rabat, Prabowo Wiratmoko Jati, sejak pagi hari memantau kesiapan pembukaan turnamen sepak bola terbesar di Afrika tersebut. Meski cuaca mendung dan disertai gerimis, ia menyusuri kawasan sekitar Stadion Prince Moulay Abdellah untuk melihat langsung kesiapan pengamanan.
Ia menyebut, aparat keamanan disiagakan sejak kedatangan pengunjung di La Gare de Rabat, stasiun kereta api baru yang lokasinya berdekatan dengan stadion, hingga area Stadion Olympique yang masih berada dalam satu kompleks dengan Stadion Prince Moulay Abdellah.
“Kesiapan pengamanan dilakukan sejak kedatangan para pengunjung di stasiun kereta api hingga ke stadion,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (22/12/2025).
Menurut Prabowo, pengamanan ketat tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah Maroko dalam menyambut tamu dari berbagai negara yang datang untuk menyaksikan Piala Afrika 2025.
Kemeriahan pembukaan Piala Afrika 2025 juga terasa di pusat Kota Rabat. Pasar tradisional dan kawasan komersial dipadati warga yang berburu berbagai atribut sepak bola, mulai dari bendera, kaus, syal, topi, hingga pakaian khas tim nasional peserta.
Meski gagal mendapatkan tiket pertandingan yang sempat dipesan secara daring tiga bulan sebelumnya, Prabowo tetap menikmati atmosfer turnamen dengan mengikuti nonton bareng (nobar) yang difasilitasi pemerintah Maroko di depan Hotel Sofitel Rabat.
Lokasi nobar tersebut dilengkapi dua layar lebar, panggung hiburan, permainan foosball, serta kafetaria, dan mampu menampung sekitar 5.000 penonton.
“Meskipun cuaca mendung dan gerimis, banyak kendaraan berdatangan dan parkir di sekitar hotel, bahkan hingga ke jalan-jalan perumahan elite yang jaraknya sekitar satu kilometer,” katanya.
Tak hanya di lokasi nobar, kafe-kafe di pusat hingga pinggiran Kota Rabat juga dipenuhi penggemar sepak bola dari berbagai kalangan usia. Mereka mengenakan atribut Singa Atlas, julukan tim nasional Maroko, untuk memberikan dukungan.
Beberapa penonton perempuan bahkan melakukan zgharit, seruan gembira bernada tinggi khas budaya Maroko, untuk mengekspresikan kegembiraan selama pertandingan berlangsung.
Bagi Prabowo, pembukaan Piala Afrika 2025 bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga momentum persatuan warga dari berbagai negara Afrika. Ia menyaksikan langsung fans Maroko dan Aljazair saling menyapa, menari, dan bernyanyi bersama, meski hubungan kedua negara tersebut tengah diliputi ketegangan.
“Seolah tidak terjadi apa-apa di antara kedua negara. Semestinya olahraga tidak dikaitkan dengan muatan politik agar sportivitas tetap terjaga,” ujarnya.
Pada laga pembukaan, tuan rumah Maroko berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Komoro di Stadion Prince Moulay Abdellah. Pertandingan sempat diwarnai kegagalan penalti Maroko pada menit ke-10.
Memasuki babak kedua, Maroko tampil lebih agresif. Gol pembuka tercipta pada menit ke-55 melalui Brahim Diaz usai memanfaatkan umpan dari Noussair Mazraoui. Keunggulan tuan rumah kemudian bertambah pada menit ke-74 lewat gol salto Ayoub El Kaabi, yang memastikan kemenangan Maroko hingga peluit akhir. (kompas.com)










































