Iran Disebut Gelar Latihan Rudal di Sejumlah Kota, Teheran Bantah Uji Coba

KENDARINEWS.COM — Iran disebut menggelar latihan rudal di sejumlah kota pada Senin (22/12/2025) waktu setempat. Informasi tersebut pertama kali dilaporkan oleh media pemerintah Iran dan muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran Amerika Serikat (AS) serta Israel terhadap pengembangan program rudal balistik Teheran.

Latihan ini disebut sebagai yang kedua dalam sebulan terakhir, berdasarkan keterangan sumber dan saksi yang tidak disebutkan identitasnya. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa aktivitas tersebut berlangsung di beberapa wilayah, termasuk Teheran, Isfahan, dan Mashhad.

Sejumlah video yang diklaim memperlihatkan peluncuran rudal turut beredar melalui kanal Telegram milik lembaga penyiaran publik Iran serta kantor berita semi-resmi Nournews. Namun, laporan tersebut tidak menyertakan keterangan rinci mengenai lokasi maupun jenis rudal yang digunakan.

Kantor berita Reuters menyatakan tidak dapat memverifikasi secara independen keaslian video-video tersebut, sehingga menimbulkan perbedaan informasi mengenai apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Belakangan pada hari yang sama, media pemerintah Iran mengutip pernyataan dari sumber yang disebut “mengetahui masalah ini” dan membantah bahwa Iran melakukan uji coba atau latihan rudal.

Menurut sumber tersebut, gambar dan video yang beredar sebenarnya memperlihatkan pesawat yang terbang di ketinggian, bukan peluncuran rudal. Otoritas Iran tidak memberikan penjelasan lebih lanjut terkait perbedaan laporan antara pemberitaan awal dan bantahan tersebut.

Di sisi lain, laporan NBC News menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump dijadwalkan menerima pengarahan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Dalam pengarahan itu, Netanyahu dikabarkan akan menyampaikan bahwa setiap perluasan program rudal balistik Iran merupakan ancaman serius yang dapat “memerlukan tindakan cepat”.

NBC juga melaporkan, para pejabat Israel khawatir Iran tengah membangun kembali fasilitas pengayaan nuklir yang sebelumnya dibom oleh Amerika Serikat pada Juni lalu. Sejumlah opsi, termasuk kemungkinan serangan lanjutan, disebut tengah disiapkan untuk disampaikan kepada Trump.

Negara-negara Barat selama ini memandang arsenal rudal balistik Iran sebagai ancaman terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah. Rudal-rudal tersebut juga dinilai berpotensi menjadi sarana pengiriman senjata nuklir jika Iran suatu saat mengembangkannya.

Iran secara konsisten membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa program militernya bersifat defensif serta tidak memiliki niat untuk mengembangkan bom atom. (kompas.com)

Tinggalkan Balasan