Meski Diancam Ditangkap, Netanyahu Tetap Berencana Kunjungi New York

KENDARINEWS.COM — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan tetap berencana mengunjungi New York City dalam waktu dekat, meski menghadapi ancaman penangkapan dari wali kota terpilih New York, Zohran Mamdani.

Pernyataan tersebut disampaikan beberapa pekan setelah Netanyahu menerima undangan resmi untuk berkunjung ke New York pada 1 Januari, bertepatan dengan pelantikan Mamdani sebagai Wali Kota New York. Meski menyebut tidak dapat hadir pada tanggal tersebut, Netanyahu menegaskan niatnya untuk tetap mengunjungi kota itu di kemudian hari.

Undangan tersebut disampaikan oleh anggota Dewan Kota New York dari Brooklyn, Inna Vernikov. Dilansir The New York Post, Sabtu (21/12/2025), undangan itu diberikan sebagai respons atas pernyataan Mamdani saat masa kampanye yang berjanji akan menangkap Netanyahu jika ia menginjakkan kaki di New York.

Vernikov menyatakan undangan tersebut juga bertujuan menegaskan hubungan erat antara New York City dan Israel. Ia menambahkan, komunitas Yahudi di kota tersebut akan menyambut baik kedatangan Netanyahu.

“Saya menantikan kehadiran Benjamin Netanyahu di New York City. Komunitas Yahudi akan dengan senang hati menyambutnya, terutama di tengah meningkatnya antisemitisme di dalam negeri dan di seluruh dunia,” ujar Vernikov.

Menanggapi undangan itu, Netanyahu menyatakan tidak dapat hadir pada 1 Januari, namun memastikan akan mengunjungi New York dalam waktu dekat.

“Meskipun saya tidak dapat hadir pada hari itu, saya memastikan akan mengunjungi New York dalam waktu dekat dan sangat berharap dapat bertemu Anda pada kesempatan tersebut,” tulis Netanyahu dalam surat resmi kepada Vernikov.

Vernikov juga mengecam ancaman Mamdani yang menyatakan akan menangkap Netanyahu. Menurutnya, wali kota tidak memiliki kewenangan hukum untuk melakukan tindakan tersebut.

“Wali Kota New York tidak memiliki kewenangan hukum untuk menangkap Perdana Menteri Israel yang sedang menjabat,” kata Vernikov.

Ia menambahkan bahwa pernyataan Mamdani berpotensi menyesatkan publik. “Entah ia mengetahui hal ini dan sengaja berbohong demi suara, atau ia terlalu tidak kompeten bahkan untuk melakukan pencarian Google sederhana,” ujarnya.

Sebelumnya, Mamdani menyatakan akan menginstruksikan Kepolisian New York (NYPD) untuk menangkap Netanyahu jika ia datang ke kota tersebut. Pernyataan itu merujuk pada surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada 2024 terkait dugaan kejahatan perang di Gaza.

ICC diketahui mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant, dengan alasan terdapat “dasar yang masuk akal” bahwa keduanya bertanggung jawab atas kejahatan perang terkait serangan terhadap warga sipil. Namun, Amerika Serikat tidak mengakui yurisdiksi ICC. (kompas.com)

Tinggalkan Balasan