KENDARINEWS.COM — Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengungkapkan cadangan devisa Indonesia per Oktober 2025 tersisa sebesar US$ 149,1 miliar. Perry menjelaskan bahwa cadangan devisa digunakan sebagai alat pertahanan di tengah kondisi global yang sedang tidak stabil.
Perry menuturkan, “Itulah mengapa kami mengumpulkan cadangan devisa pada saat ‘panen’. Kalau kata ketua Komisi IV ingat surat Yusuf ayat 46-49, kumpulkan saat panen jangan dimakan semuanya. Ada paceklik.” Dikutip dari CNBC Indonesia.
Menurut Perry, BI pernah mencatat cadangan devisa hingga US$ 150 miliar. Saat nilai tukar rupiah bergejolak, cadangan devisa yang tersisa inilah yang digunakan untuk menstabilkan mata uang domestik. “Sehingga cadangan devisa kami ya turun, karena memang tugas kami menstabilkan nilai tukar rupiah,” ujarnya.
Perry menegaskan kembali, “Cadangan devisa kami US$ 149,1 miliar, turun, memang kami gunakan untuk intervensi menstabilkan nilai tukar rupiah.”
Meski rupiah melemah, Perry menilai pelemahannya relatif terkendali dibandingkan negara lain seperti Yen Jepang dan Peso Filipina. “Kami mati-matian intervensi,” tegasnya, menekankan upaya BI menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan global.
































