“B1KWK adalah prodak DPP. Penyerahannya langsung kepada figur yang didukung oleh Ketua DPW NasDem Ali Mazi,” ujar Tahir.
Tahir menambahkan, selama bakal pasangan calon di pilgub, belum mendaftar di KPU, maka rekomendasi apapun termasuk B1KWK, belum bisa dinyatakan aman. Pasalnya, politik bersifat tidak mutlak dan begitu dinamis. Kapan pun potensi berubah masih bisa terjadi.
“Hanya saja bagi yang menerima rekomendasi dengan beberapa poin yang disyaratkan, artinya figur tersebut dipercaya dipersiapkan untuk diusung,” tandas Tahir Lakimi.
Sementara itu, Sekretaris DPD I Golkar Sultra Muhammad Basri mengatakan, saat ini Partai Golkar sedang menunggu hasil survei SMRC terkait dukungan di pilgub Sultra. Hasil survei tersebut akan dirilis akhir bulan ini.
“Soal dukungan Golkar di pilgub belum ada apalagi B1KWK. Informasi terakhir akan dirilis pertengahan Agustus 2024,” kata Muhammad Basri, Minggu (28/7/2024).
Terkait adanya surat tugas DPP Golkar kepada Tina Nur Alam, kata dia, sejatinya hal itu bukan bagian kebiasaan Golkar selama ini. Karena Golkar senantiasa menunggu hasil survei lalu mengeluarkan keputusan dukungan kepada figur berupa rekomendasi B1KWK.
“Surat tugas kepada Tina Nur Alam belum final karena hal itu bukan B1KWK. Artinya potensi berubah bisa saja terjadi. Kita menunggu saja keputusan DPP seperti apa,” pungkas Muhammad Basri. (ali).










































