Argumentasi lain yang menjadi sorotan, dalam mendapatkan rekomendasi B1 KWK mesti ada sosok wakil. Makanya di Sultra baru Lukman Abunawas dan La Ode Ida yang baru mendapatkan B1KWK dari partai Demokrat. Sementara kandidat lain sangat hati-hati. Karena jika keliru menetapkan wakil, maka bisa menjadi bumerang.
Dr. Najib mencontohkan kasus di DKI Jakarta baru-baru ini. Ketika PKS sigap mengumumkan Anies-Sohibul Iman sebagai kandidat yang didukung di pilgub, menimbulkan resistensi dari parpol lain.
Doktor jebolan Universitas Gajah Mada itu menhelaskan, konfigurasi di pilgub yang telah mendapatkan dukungan parpol seperti Tina Nur Alam, Andi Sumangerukka dan Lukman Abunawas belum 100 persen aman. Bisa saja terjadi perubahan rekomendasi jika tidak dijaga dengan baik. Untuk itu, setiap bakal calon gubernur mesti manuver hati-hati atau waspada dan terlalu percaya diri tinggi. Karena jika over confidence, bisa saja partai-partai yang sudah ada dalam genggaman, melepas dukungan dan beralih ke figur lain.
“Detik-detik terakhir ini para figur dilihat kelihaiannya dalam melakukan upaya lobi politik untuk mendapatkan rekomendasi partai. Kemungkinan ada kejutan di Agustus 2024 nanti masih terbuka lebar, entah figur mana yang akan ketiban untung dewa fortun politik menuju pendaftaran nanti,”jelas Dr. Najib.
Pasangan Lukman Abunawas- La Ode Ida yang mengantongi dukungan PDIP, Demokrat dan PKB harus konsisten membangun konsolidasi antar partai sesama koalisi. Tujuannya untuk menyatukan harmonisasi misi politik ke depan. Termasuk Tina Nur Alam maupun Andi Sumangerukka dan Ruksamin. Ketika hal itu tidak dilakukan secara berkelanjutan, maka potensi goyangan koalisi yang telah dibangun akan terjadi.
“Komunikasi politik internal koalisi sangat sentral untuk menghindari kemungkinan manuver dari figur lain. Karena selama belum mendaftar di KPU, maka potensi rekomendasi B1KWK masih bisa berubah,”tegas Dr. Najib.
Dia menambahkan, nanti dinyatakan permainan perebutan dukungan parpol, ketika telah mendaftar di KPU. Jika belum mendaftar, maka cela berubah haluan dukungan, masih terbuka lebar.
Terpisah, Sekretaris DPW NasDem Sultra Tahir Lakimi mengatakan, rekomendasi NasDem kepada Tina Nur Alam belum B1KWK. Artinya, potensi berubah masih bisa saja terjadi. Nantinya, akan dilihat berbagai syarat yang telah diintruksikan untuk dipenuhi seperti mencari parpol koalisi, wakil yang tepat, dan tingkat elektabilitas.
“NasDem ingin menang di pilgub Sultra. Sangat teliti dan cermat mendukung figur. Dan saat ini semua kandidat seperti Ruksamin, Lukman Abunawas dan Andi Sumangerukka juga menjalin hubungan komunikasi dengan NasDem,” kata Tahir Lakimi, Minggu (28/7/2024).
Partai NasDem akan mengeluarkan rekomendasi B1KWK Agustus 2024. Nantinya DPP akan mengeluarkan keputusan, lalu diserahkan kepada Ketua DPW Nasdem Sultra Ali Mazi.










































