“Tina Nur Alam dan Lukman Abunawas saat ini berada pada tahap aman. Tinggal bagaimana mereka menjaga dukungan yang diterima, sampai babak pendaftaran di KPU,” kata Dr. Najib Husein, Minggu (28/7/2024).
Dinamika politik pilgub Sultra sangat tentatif. Perubahan ritme atau peta pertarungan dinamis atau bisa saja berubah sebelum para bakal pasangan calon dan wakilnya memastikan mendaftar di KPU. Konsolidasi menjalin persamaan persepsi ke depan, mesti dilakukan oleh Tina Nur Alam maupun Lukman Abunawas untuk merawat kekuatan yang ada. Sehingga, potensi goyangan dari luar untuk mengganggu perpaduan dukungan parpol saat ini, tidak begitu signifikan.
Dr. Najib Husein mencontohkan, ketika pilgub 2018, PPP yang awalnya mendukung Asrun-Hugua, berubah haluan saat masa pendaftaran. Berbalik mendukung pasangan Rusda Mahmud-Syafei Kahar. Kondisi silam itu, jadi pembelajaran politik, bahwa dukungan parpol tidak bersifat mutlak.
“Sebelum mendaftar di KPU, arah dukungan kapan pun bisa berubah,” ujar Dr. Najib Husain.
Faktor 02 atau wakil, juga bagian sentral partai politik dalam memberikan dukungan. Tina Nur Alam, Ruksamin dan Andi Sumangerukka, belum menentukan wakil. Baru Lukman Abunawas dan La Ode Ida yang resmi berpasangan. Tiga kandidat tadi, bisa saja masih berhitung siapa sosok wakil yang akan diajak bertarung nanti.
Karena dampak wakil bisa memengaruhi parpol. Baik mendukung atau sebaliknya. Disatu sisi parpol besar seperti Golkar 6 kursi dan Gerindra 5 kursi, bisa saja mempersiapkan 02 untuk di dorong maju di pilgub.
“Bisa saja parpol yang tersisa saat ini memetakan syarat untuk mendapatkan dukungan harus menggandeng 02 dari kader partainya. Nah, atas dasar itu, tidak terburu-buru menentukan wakil bagian strategi ideal,” beber Dr. Najib.
Menentukan wakil mesti cermat. Karena bisa jadi bumerang ketika yang dijadikan sebagai 02, tidak sejalan dengan keinginan parpol. Bisa menjauhkan dukungan parpol. Ketika seorang figur terlebih dahulu menunggu dan memastikan memperoleh dukungan parpol, maka komunikasi 02 bisa dirajut setelahnya.










































