Sukirman Figur Ideal di Pilwali, Ini Pendapat Pengamat

KENDARINEWS.COM–Pengamat politik Sultra Dr. Najib Husain mengatakan, ada beberapa figur baru yang bakal menghiasi kontestasi Pilkada Kota Kendari. Sebut saja ada advokat Abdul Rahman, Anggota DPRD Sudirman. Terbaru ada nama dr Sukirman Kepala RSUD Kota Kendari.

“Pilkada yang paling seksi memang kota Kendari. Makanya dengan banyaknya muncul figur-figur baru, seperti Sukirman, Sudirman, Abdul Rahman, itu merupakan sebuah gambaran yang menarik dan akan terjadi persaingan yang lebih sengit nantinya untuk memperebutkan pintu partai,” kata Dr. Najib Husain, Minggu (17/3).

Kemunculan beberapa calon ini seperti Sukirman maupun Sudirman, tidak lain karena melihat konstelasi politik di Kota Kendari tidak ada petahana. Sehingga peluang untuk lahir figur baru, sangat memungkinkan. Yang menarik apakah akan ada pasangan yang berani keluar dari pasangan ideal perkawinan antara dua etnis. 

“Budaya politik pilkada selama ini, tidak ada pasangan yang berpasangan sesama etnis. Apakah pilkada 2024 ini akan ada berani satu pasangan yang menerobos kebiasaan selama ini tampil walaupun bukan persilangan antara perbedaan etnis,” bebernya. 

Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Halu Oleo Kendari menjelaskan, pilkada 2024 agak beda dengan pilkada sebelumnya. Karena di 2024 ini ada pemilih yang cukup mayoritas yaitu pemilih Gen Z dan pemilih milenial, yang harus ditangkap oleh para calon. Makanya tidak heran jika beberapa figur yang tampil dari kalangan muda. Sehingga pilwali Kota Kendari tidak hanya berputar pada sosok-sosok lama, namun muncul figur-figur baru seperti Sukirman, maupun beberapa figur lain.

“Namun ada satu yang mesti dijadikan sebagai barometer di Kota Kendari adanya perkawinan figur dan parpol. Misalnya PAN selalu berkoalisi dengan PKS, bisa jadi kali ini ada perkawinan dengan NasDem. Seperti NasDem, PKS dengan PAN. Sehingga pertarungan lebih dinamis,” jelas Najib. 

Doktor Universitas Gajah Mada (UGM), menguraikan, beberapa strategi politik yang mesti ditempuh para politisi yang berhasrat maju di Pilwali yakni, mesti matang dalam aspek popularitas. Pasalnya, tingkat popularitas yang menjadi angka yang aman bagi seorang calon sekitar 75%. Dan biasanya setiap figur yang bakal maju senantiasa menggambarkan dirinya sebagai 01 untuk menarik simpati pemilih atau masyarakat pada umumnya. Pada perjalanannya, tak sedikit yang awalnya bersosialisasi sebagai 01 namun menjadi 02. 

“Tak kalah menariknya, figur yang kerap tampil di pilwali Kendari didominasi berlatar belakang politisi. Sangat nihil figur yang muncul berkarakter birokrat. Hal itu karena banyak politisi yang punya basis di kota kendari dibanding para birokrat,” urai Najib. 

Najib membeberkan, terkait Sukirman merupakan tokoh birokrat namun bukan tulen. Sosoknyasejak dulu dikenal sangat dekat dengan PKS. Sehingga bisa jadi, hilangnya figur Sulkarnain di gelanggang Pilwali, membuka ruang bagi para figur atau kader-kader PKS maupun simpatisan PKS untuk maju. 

“Sukirman adalah simpatisan PKS yang memang dari dulu sangat dikenal sangat dekat dengan PKS. Jadi walaupun dia bukan orang partai, tapi dia sangat dekat dengan PKS. Ketokohannya cukup dikenal, dari dulu fokus dipersoalan kesehatan yang menjadi salah satu skala prioritas yang sangat dibutuhkan oleh warga kota dengan basis pelayanan kota yang selama ini, menjadi modal untuk dia maju,” bebernya. 

Najib menambahkan, hubungan yang sangat harmonis dengan PKS akan menjadi modal bagi Sukirman mendapat pintu jika benar-benar serius maju di Pilwali Kendari. (ali/kn).

Tinggalkan Balasan