Mola Utara Jadi Desa Peduli Stunting

KENDARINEWS.COM — Desa Mola Utara di Kabupaten Wakatobi, masuk dalam perkampungan suku Bajo yang sebagian besar penduduknya hidup di atas permukaan air laut. Dengan jumlah penduduk 1.009 jiwa dan total 319 kepala keluarga (KK) tersebut, 197 KK diantaranya masih tergolong pra sejahtera. Dari data yang ada, jumlah Balita di desa itu sebanyak 94 orang dan yang mengalami stunting sebanyak sembilan orang. Desa tersebut terpilih sebagai wilayah pilot project peduli stunting.

Bupati Wakatobi Haliana meluncurkan desa pilot project peduli stunting gerakan keluarga sehat tanggap dan tangguh bencana tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa Mola Utara.

Haliana mengatakan pencegahan dan penurunan stunting di Indonesia merupakan satu dari lima isu nasional bidang kesehatan. Hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia sebesar 30,8 persen atau satu dari tiga balita terkena stunting. Di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), prevalensi stunting sebesar 36,46 persen, sedangkan Kabupaten Wakatobi berdasarkan hasil pemantauan status gizi tahun 2017 ada 26,34 persen.

Bupati Wakatobi, Haliana

Angka tersebut memang masih di bawah angka nasional, bahkan Kabupaten Wakatobi berada pada posisi paling rendah se-Sultra. “Meski begitu, kita tidak boleh merasa puas. Karena angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2016 sebesar 22,59 persen. Hal inilah menjadikan Kabupaten Wakatobi pada tahun 2019 sampai saat ini menjadi lokasi khusus (lokus),” ujar Haliana.

Wakatobi-1 itu lebih lanjut menjelaskan saat ini perhatian Pemerintah Pusat masih dalam pencegahan dan penurunan stunting. Pada tahun 2021 Pemkab Wakatobi telah menetapkan 28 desa/kelurahan menjadi lokasi masalah stunting dan salah satunya adalah Desa Mola Utara, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan.

Sementara itu, Ketua TP PKK, Eliati Haliana, mengatakan Desa Mola Utara terpilih sebagai wilayah pilot project bukan tanpa alasan. Itu bertujuan untuk menggerakkan dan mengedukasi masyarakat dalam mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat dengan kualitas lingkungan baik dan perencanaan berkualitas.

“Dengan data jumlah balita sebanyak 94 orang, Desa Mola Utara memiliki data balita stunting sebanyak 9 orang. Kondisi itulah yang menjadi salah satu alasan terpilihnya Desa Mola Utara sebagai wilayah pilot project pelaksanaan kegiatan gerakan keluarga sehat tanggap dan tangguh bencana di Kabupaten Wakatobi,” ungkapnya dalam kegiatan yang turut dihadiri Wakil Bupati Wakatobi, Ilmiati. (b/thy)

Tinggalkan Balasan