Pilkada di Sultra Tanpa Rekomendasi PSU

KENDARINEWS.COM — Komisi Pemilihan Umum (KPU) tujuh kabupaten di Sultra yang gelar Pilkada mampu menciptakan keamanan selama tahapan pesta demokrasi. Karena itu, Bawaslu tak menerbitkan rekomendasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada satu tempat pemungutan suara (TPS) pun.

LA ODE ABDUL NATSIR

Ketua KPU Sultra La Ode Abdul Natsir Muthalib mengatakan, tak ada rekomendasi PSU dari pengawas pemilu pada penyelenggaraan Pilkada di 2.088 TPS di 1.090 Desa/Kelurahan, 93 kecamatan. Semua proses pilkada berjalan sesuai regulasi. Lembaganya mengapresiasi petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang sudah melayani pemilih di TPS secara baik. Protokol kesehatan Covid-19 diterapkan secara ketat di area TPS sehingga tak ada klaster Pilkada.

PSU dapat dilakukan, kata dia, bila terjadi gangguan keamanan yang mengakibatkan hasil pemungutan suara tidak dapat digunakan atau penghitungan suara tidak dapat dilakukan. Termasuk jika hasil penelitian dan pemeriksaan Panwascam, berhasil membuktikan adanya pembukaan kotak suara dan atau berkas pemungutan dan penghitungan suara tidak dilakukan menurut tata cara yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.

Selain itu, kata dia, petugas KPPS meminta pemilih memberi tanda khusus pada surat suara yang sudah digunakan. KPPS merusak lebih dari satu surat suara yang sudah digunakan oleh pemilih sehingga surat suara tersebut menjadi tidak sah.

“PSU dapat dilakukan bila ada pemilih menggunakan hak pilih lebih dari satu kali pada TPS yang sama atau TPS yang berbeda,” ungkapnya. (ali/b).

Tinggalkan Balasan