KENDARINEWS.COM–Kapasitas para relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kabupaten Buton terus ditingkatkan. Kali ini melalui pelatihan penjamah makanan.
Pelatihan berlangsung di Gedung Aula Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Buton, Sabtu (7/11/2026). Kegiatan ini melibatkan lima SPPG, yakni Banabungi 01, Banabungi 02, Matanauwe, Gunung Jaya, dan Ambua.

Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Kesehatan, Muliadin Masra, S.KM., M.Si., menjelaskan giat itu merupakan wujud upaya menghadirkan makanan yang aman, higienis, dan berkualitas bagi penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Buton. Tujuannya, meningkatkan pemahaman, kemampuan, dan keterampilan para penjamah makanan dalam mengelola pangan, sehingga makanan yang disajikan kepada penerima manfaat terjamin keamanan, kebersihan, dan kualitasnya.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan para penjamah makanan memahami pentingnya higiene dan sanitasi, serta mampu menerapkannya dalam setiap proses pengolahan makanan. Harapannya, seluruh SPPG dapat menjaga keamanan pangan sesuai standar yang berlaku,” ujar Muliadin.
Ia juga berpesan agar para penjamah makanan bekerja dengan penuh tanggung jawab dan terus meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk menghadirkan inovasi menu agar makanan yang disajikan lebih bervariasi.
“Bekerjalah dengan hati dan penuh tanggung jawab. Terus tingkatkan mutu pelayanan dan hadirkan inovasi menu agar penerima manfaat tidak merasa bosan dengan makanan yang disajikan,” pesannya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Buton, Muh. Julyawan A., menyampaikan bahwa pelatihan penjamah makanan merupakan upaya penyegaran sekaligus peningkatan kapasitas relawan SPPG untuk memperkuat pemahaman dan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP). Kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kedisiplinan dan profesionalisme relawan dalam setiap tahapan pengelolaan makanan, mulai dari penerimaan bahan baku hingga pendistribusian.
“Penerapan SOP secara konsisten menjadi kunci utama dalam menjamin keamanan pangan. Hal ini penting untuk mencegah risiko kontaminasi dan gangguan pencernaan, sekaligus menjaga kualitas pelayanan Program Makan Bergizi Gratis di setiap SPPG,” ujar Muh. Julyawan.
Sementara itu, perwakilan mitra, Akbar menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan pelatihan penjamah makanan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini penting untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan tenaga pengolah makanan dalam menjaga kebersihan serta keamanan pangan.
“Kualitas makanan tidak hanya ditentukan oleh bahan yang digunakan, tetapi juga bagaimana proses pengolahannya. Karena itu, setiap tenaga yang terlibat harus memahami pentingnya kebersihan diri, penanganan bahan makanan, serta penerapan sanitasi lingkungan kerja,” ujar Akbar.
Ia berharap, ilmu yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat diterapkan secara konsisten dalam aktivitas kerja sehari-hari.
“Kami ingin memastikan makanan yang disajikan tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dan higienis. Sebab, menjaga kualitas makanan merupakan bagian dari tanggung jawab kita terhadap kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (lyn)










































