KENDARINEWS.COM–Penguatan pendidikan, riset, inovasi, hingga tata kelola perguruan tinggi menjadi fokus utama yang ditawarkan Bakal Calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Periode 2026–2030 nomor urut 09, Prof. Dr. Takdir Saili, M.Si. Melalui visi berbasis kearifan lokal dan sumber daya daerah, ia menyiapkan 32 strategi untuk membawa UHO menjadi universitas berdaya saing global.
Dalam paparannya, Prof. Takdir Saili mengusung visi “Mewujudkan UHO sebagai pusat unggulan pendidikan, riset, dan inovasi berbasis kearifan dan sumber daya lokal yang berdaya saing global untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir, kelautan, dan perdesaan.”
Menurutnya, visi tersebut dijabarkan ke dalam lima misi utama. Misi pertama berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan melalui penyelenggaraan pembelajaran yang inklusif, berkualitas, serta memanfaatkan teknologi untuk menciptakan sistem pembelajaran yang modern dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Misi kedua diarahkan pada penguatan riset dan inovasi melalui dukungan terhadap penelitian unggulan berbasis kearifan dan sumber daya lokal, sekaligus memperluas kerjasama penelitian di tingkat nasional maupun internasional.
Selanjutnya, pada misi ketiga, Prof. Takdir menekankan pentingnya pengembangan karakter dan kompetensi mahasiswa. Ia menargetkan lahirnya lulusan yang kompeten, berintegritas, beretika, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional melalui penguatan soft skill dan hard skill.
Misi keempat difokuskan pada peningkatan tata kelola perguruan tinggi yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada keberlanjutan. Selain meningkatkan efektivitas dan efisiensi institusi, ia juga berkomitmen mengoptimalkan pemanfaatan aset universitas guna meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Sementara itu, misi kelima menitikberatkan pada penguatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat melalui program-program yang memberikan dampak nyata, menghadirkan solusi inovatif, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah pesisir, kelautan, dan perdesaan.
Prof. Takdir menjelaskan bahwa kelima misi tersebut diterjemahkan ke dalam 32 strategi yang kemudian dijabarkan menjadi ratusan program kerja dan kegiatan sebagai pedoman pembangunan UHO ke depan.
“Beberapa program prioritas yang disampaikan di antaranya pengembangan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri dan masyarakat, peningkatan infrastruktur pendidikan beserta fasilitas penunjang, termasuk pembangunan rumah sakit pendidikan dan penguatan laboratorium,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menempatkan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu fokus utama melalui pengembangan program-program berbasis partisipasi masyarakat agar hasil tridarma perguruan tinggi benar-benar mampu menjawab kebutuhan lokal.
“Penguatan sektor pendidikan, riset, dan inovasi merupakan langkah strategis untuk membawa Universitas Halu Oleo menjadi institusi pendidikan tinggi yang menghasilkan sumber daya manusia unggul, berdaya saing global, serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara dan Indonesia,” tambahnya.(win).










































