8.000 TNI Siap ke Gaza, DPR Tegaskan: Bukan untuk Perang!

KendariNews.com-Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menegaskan bahwa rencana pengiriman sekitar 8.000 prajurit TNI ke Gaza tidak ditujukan untuk pertempuran. Menurutnya, kehadiran pasukan Indonesia bertujuan menjaga stabilitas dan mendukung proses perdamaian di wilayah tersebut.

“Kehadiran TNI di sana bukan untuk bertempur atau melakukan konfrontasi, melainkan untuk menjaga stabilitas, mengawasi gencatan senjata, serta mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak perang,” ujar Dave saat dihubungi, Kamis (12/1/2026).

Dave menekankan bahwa fokus utama pemerintah adalah memastikan kontribusi Indonesia benar-benar memberikan dampak nyata bagi rakyat Palestina sekaligus menjaga kredibilitas Indonesia di mata internasional.

Ia menambahkan, langkah ini bukan untuk menunjukkan eksistensi Indonesia di panggung global, melainkan sebagai bentuk konsistensi politik luar negeri Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina dan penyelesaian konflik secara damai.

“Langkah ini tidak dimaksudkan untuk menonjolkan diri, melainkan mencerminkan konsistensi politik luar negeri Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina dan penyelesaian konflik secara damai,” katanya.

Politikus Partai Golkar tersebut juga mengingatkan pentingnya persiapan matang agar pengerahan pasukan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Selain itu, pemerintah diminta terus berkoordinasi dengan lembaga internasional agar misi berjalan sesuai prinsip hukum internasional.

“Penting bagi pemerintah untuk terus berkoordinasi dengan lembaga internasional agar misi ini berjalan sesuai prinsip hukum internasional dan tidak menimbulkan persepsi yang keliru di mata dunia,” ucap Dave. di kutip dari KOMPAS.com

Berdasarkan laporan media internasional, Indonesia tengah mempersiapkan hingga 8.000 prajurit sebagai bagian dari fase kedua perjanjian gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat akhir tahun lalu. Indonesia disebut menjadi negara pertama yang mengirimkan pasukan dalam fase tersebut.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak menyatakan bahwa pelatihan prajurit telah dimulai. Para personel akan difokuskan pada peran medis dan teknik guna mendukung pemulihan infrastruktur serta layanan kemanusiaan di Gaza.

Rencana pengerahan ini merupakan tindak lanjut setelah Indonesia bergabung dengan Board of Peace bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang diumumkan bulan lalu. Indonesia disebut memperoleh mandat dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membentuk Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) guna membantu mengamankan wilayah perbatasan Gaza dan memastikan proses demiliterisasi berjalan sesuai kesepakatan.

Dengan langkah ini, Indonesia diharapkan dapat memainkan peran strategis dalam mendukung stabilitas kawasan sekaligus memperkuat komitmennya terhadap perdamaian dunia.(ris)

Tinggalkan Balasan