KENDARINEWS.COM—Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), dr. Putu Agustin Kusumawati menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya pasien berinisial LU (26), di ruang perawatan Asoka B.
Pasien berinisial LU (26) tersebut merupakan warga Jalan Sangia Kaendea, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna, dan telah menjalani perawatan intensif di RSJ Sultra selama kurang lebih tiga bulan. Peristiwa meninggalnya itu terjadi pada Selasa pagi (13/5/2025), sekitar pukul 10.35 WITA.
“Saya atas nama keluarga besar RSJ Sultra, menyampaikan bela sungkawa dan turut berduka atas peristiwa tersebut,” ujar dr. Putu Agustin Kusumawati, Rabu (14/5/2025).
dr Putu mengatakan, ingin sekali datang langsung di Kota Raha mengunjungi rumah keluarga pasien yang meninggal tersebut. Namun, karena kesibukan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, sehingga belum bisa dilakukan dalam waktu dekat ini.
“Suatu saat nanti, jika diberi kesempatan, saya akan berkunjung di rumah keluarga pasien yang meninggal ini,” janjinya.
Dalam kesempatan itu, Direktur RSJ Sultra, dr. Putu Agustin Kusumawati, juga menjelaskan terkait kronologis peristiwa naas tersebut. Menurutnya, saat kejadian terdapat petugas jaga di lokasi.
Namun, insiden tersebut terjadi sangat cepat. Petugas langsung melakukan pertolongan pertama, namun saat itu kondisi nadi korban sudah melemah.
“Ketika pertolongan lanjutan diberikan, denyut nadinya sudah tidak ada,” jelas dr. Putu.
Ia menegaskan, penanganan terhadap pasien telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di rumah sakit.
“Penanganan sudah kami lakukan sesuai SOP. Pasien tetap dalam pantauan intensif. Kami sangat menyayangkan kejadian ini,” ujarnya.
Setelah insiden terjadi, pihak RSJ segera mengambil langkah-langkah penting, termasuk melaporkan kejadian kepada pihak kepolisian dan pimpinan daerah.
Selain itu, laporan insiden juga telah disampaikan ke bagian mutu dan keselamatan pasien dalam waktu 1×24 jam, serta telah dibentuk tim investigasi internal untuk mendalami peristiwa tersebut.
Dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak terkait yang bergerak cepat membantu penanganan insiden tersebut.
Tak hanya itu, Ia juga menekankan pentingnya support sistem keluarga dan lingkungan dalam mendukung proses pemulihan pasien dengan gangguan kejiwaan.
“Selama tiga bulan perawatan, korban menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Dalam kondisi seperti ini, dukungan keluarga dan sistem pendukung lainnya sangat dibutuhkan. Kami berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang,” tuturnya.
Saat ini, Unit Reskrim Polsek Mandonga bersama Satreskrim Polresta Kendari masih melakukan penyelidikan guna memastikan tidak adanya unsur kelalaian ataupun faktor lain yang memicu kejadian tersebut. (ing)









































