Kendarinews.com–Bupati Konawe Selatan, H. Surunuddin Dangga, memfasilitasi pertemuan antara Supriyani dan keluarga Aipda Wibowo Hasyim pada Selasa, 5 November lalu, di rumah jabatan bupati.
Pertemuan ini berlangsung dalam suasana damai tanpa adanya paksaan, maupun tekanan sebagaimana diungkapkan oleh Saanali, Kepala Sekolah SDN 4 Baito, yang turut hadir menyaksikan langsung proses tersebut.
Selain Saanali, sejumlah tokoh juga hadir, termasuk Kapolres Konsel AKBP Febry Sam, kuasa hukum Supriyani saat itu, Samsuddin, Ketua PGRI Baito Hasna, Camat Baito (non aktif) Sudarsono, serta beberapa kepala desa dan rekan Supriyani di SDN 4 Baito.
Menurut KS SDN 4 Baito, Saanali, langkah yang diambil Bupati Surunuddin bertujuan untuk menciptakan keharmonisan antara kedua belah pihak. Meski proses hukum terhadap Supriyani tetap berlanjut, bupati berharap hubungan baik di antara mereka bisa tetap terjaga. Mengingat mereka berasal dari lingkungan yang sama.
“Jadi kalau bilang ada pemaksaan itu tidak benar, tidak ada unsur paksaan buat ibu Supriyani. Dan memang saat ditanya bupati, ibu Supriyani mengatakan tidak ada paksaan untuk menandatangani kesepakatan berdamai,” Jelas Saanali Rabu (6/11).
Sebelum menandatangani kesepakatan, Supriyani diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya. Ia mengucapkan terima kasih atas inisiatif bupati dan berharap masalahnya segera selesai.
“Pak bupati juga menekankan bahwa pertemuan ini sama sekali tidak menghalangi proses hukum. Hukum tetap berjalan sesuai prosedur,” tambah Saanali.
Hal senada disampaikan Ketua PGRI Kecamatan Baito, Hasna Ketua yang juga hadir dalam pertemuan tersebut. Ia menyatakan bahwa langkah damai ini diinisiasi oleh Bupati dengan tujuan mendinginkan suasana antara kedua belah pihak. Sebab keduanya tinggal dalam satu lingkungan yang sama.
“Supaya ibu Supriyani juga merasa nyaman dan fokus beraktivitas dan kembali bekerja, apalagi akan mengikuti ujian tes PPPK,” ujar Hasna.
Hasna menjelaskan, pertemuan tersebut bukan sebagai upaya untuk menyelesaikan proses hukum yang sedang berjalan. Melainkan Bupati Surunuddin hadir sebagai orang tua kepada anak-anaknya untuk menentramkan masalah yang sedang terjadi.
“Pertemuan kemarin itu, bukan serta merta dengan perdamaian itu kasusnya gugur, melainkan tetap berjalan sesuai dengan prosedur, dan tidak ada pengakuan ibu Supriyani bersalah disitu,” ucap Hasna.
Hasna mengatakan tidak melihat ada tindakan atau upaya paksa dalam kesepakatan damai itu. Bahkan, sambungnya, bupati sempat menanyakan kepada Supriyani dan diminta jujur dari dalam lubuk hati sebelum menandatangani surat tersebut.
“Ibu Supriyani menyampaikan bahwa, ‘sebenarnya, saya ingin kasus ini cepat selesai dan berdamai’ seperti itu jawabannya, setelah itu baru dia tandatangan kesepakatan itu,” terang Hasna
Selanjutnya Camat Baito (non aktif), Sudarsono mengungkapkan pertemuan itu dalam upaya memastikan stabilitas dan kondusifitas wilayah tetap terjaga.
“Memang benar bapak bupati memfasilitasi perdamaian antara ibu Supriyani dan Wibowo Hasyim, tujuannya memastikan kondusifitas di Konawe Selatan khususnya Kecamatan Baito tetap terjaga, dan sepengetahuan kami tidak ada unsur tekanan,” terangnya.(ndi/kn)









































