Menjadi anak seorang politisi ternama dianggap Icha bukan sebagai beban, melainkan sebuah privilege (hak istimewa) yang harus dipertanggungjawabkan. Ia juga tidak malu mengakui dirinya terjun ke dunia politik karena terinspirasi dari perjuangan sang ayah.
“Bapakku terkenal sebagai orang yang sangat kritis dan vokal, aku tidak malu mengakui sebagai anak beliau,” jelas Icha.
Meski mendapatkan akses dan keistimewaan berkat sosok ayahnya, perempuan berusia 23 tahun itu menegaskan dirinya terpilih lewat mekanisme pemilihan umum (Pemilu). Ia menegaskan, untuk bisa meraih kursi DPR, Icha menegaskan murni berkat kerja kerasnya turun langsung ke konstituen.
“Aku ini terpilih Alhamdulillah sebagai anggota DPR RI melalui pemilu karena aku turun langsung menghadapi, menemui konstituen-konstituen di dapil. Untuk menghapus stigma negatif ya bagaimana caranya, pertama harus ada self awareness dari diri sendiri,” ujar Icha.









































