Membentuk Generasi Qurani, Kembalikan Kejayaan Islam di Tanah Buton

KENDARINEWS.COM — Tanah wolio pernah menjadi pusat peradaban Islam di Bumi Anoa. Bentuk pemerintahan kesultanan Buton yang megah menjadi buktinya. Perkembangan zaman mulai menggerus nilai-nilai keislaman masyarakat Buton yang kini tak se kental dulu.

Bupati Buton La Bakry tak menampik kondisi tersebut. Berbagai upaya tengah dilakukan untuk mengembalikan kejayaan Islam di otoritanya. Mulai dari memakmurkan masjid hingga mendorong terciptanya lebih banyak lagi hafiz Quran.

Bupati Buton La Bakry aktif mengisi ceramah di masjid untuk mensuport gerakan memakmurkan masjid.

Salah satu komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton untuk memakmurkan masjid, ditunjukkan dengan memberikan bantuan pada rumah ibadah tersebut. Juli 2021 lalu Bupati Buton, La Bakry menyerahkan bantuan pembangunan masjid. Itu langsung diterima pengurus masjid masing-masing. Nominalnya bervariasi, minimal 50 juta.

“Bantuan seperti ini penting, dan semoga setelah saya nanti program ini dipertahankan,” katanya.

Bupati Buton La Bakry menyerahkan bantuan pada pengurus masjid.

Ia menambahkan, tentu masih ada banyak Rumah Allah di Kabupaten Buton yang perlu bantuan. Tetapi harus selalu disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.

Selain itu, Pemkab Buton selalu menjadikan kegiatan keagamaan menjadi kegiatan spektakuler. Seperti yang dilakukan beberapa waktu lalu saat momentum penyelenggaraan MTQ tingkat Kabupaten. Pagelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke 47 tingkat Kabupaten Buton (19/3) berlangsung spektakuler. Itu diawali dengan Pawai Taruf yang diikuti oleh 7 Kecamatan se kabupaten Buton. Ribuan warga tumpah ke jalan sepanjang kantor Camat Wabula hingga Gedung Kesenian Wabula dimana pawai itu berlangsung.

Bupati Buton La Bakry memamerkan piala bergilir saat pembukaan MTQ tingkat kabupaten.


Suasana meriah tersaji, lantunan zikir dan pujian menggema sepanjang garis star hingga panggung kehormatan. Bupati Buton La Bakry tak henti memberi aplaus pada setiap barisan yang melintas. Sesuai catatan panitia, Kecamatan Wabula sebagai tuan rumah turun dengan kekuatan terbanyak yakni sekitar 750 kafilah. Kecamatan Pasarwajo berjumlah 500 kafilah, Kecamatan Kapontori berjumlah 100 kafilah, Lasalimu Selatan 150 kafilah, Lasalimu berjumlah 126 kafilah, Kecamatan Wolowa 250 kafilah, dan Kecamatan Siotapina berjumlah 150 kafilah. Setiap rombongan kecamatan dipimpin langsung Camat, Kapolsek, Danramil dan kepala KUA masing-masing.

Setelah seremoni pagi, acara berlanjut pada pembukaan resmi MTQ ke 47 itu malam hari. Acara pembukaan lebih spektakuler lagi. Ragam pertunjukan sukses memukau para penonton. Tak heran jika acara berlangsung hingga tengah malam.

“Saya sangat terkesan, dari acara Pawai Taaruf tadi sampai malam ini. panggung ini spektakuler sekali, para hafis kita akan semakin bersemangat. Wabula sebagai tuan rumah sangat luar biasa, kecamatan lain sebagai peserta juga harus kita apresiasi partisipasinya,” puji Bupati La Bakry.

Pawai taaruf pada pembukaan MTQ ke-47 di Kabupaten Buton.

Menurut La Bakry MTQ bukan hanya acara rutin yang disambut meriah, bukan pula sekedar lomba menang kalah dalam seni membaca Al qur’an. “Akan tetapi lebih dari itu MTQ harus kita jadikan sebagai energi bagi umat Islam,” lanjut dia.

Dia juga berharap agar MTQ ini menjadi sumber kesejukan, sumber ukhuwah basyariah, sehingga tercipta kehidupan sosial masyarakat yang damai dan tentram. Suami Delya Montolalu La Bakry ini mengingatkan Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin, yang menjadi berkah bagi alam semesta.

“Semoga dalam keikutsertaan MTQ kali ini, dapat membawa manfaat dan maslahat,” pungkasnya.

Dalam ajang tersebut, Kecamatan Wabula sukses menjadi juara umum. Untuk penyelenggaraan MTQ berikutnya ditetapkan di Kamaru kecamatan Lasalimu.

Sementara itu Kepala Kantor Kemenag Buton H.Mansur mengapresiasi partisipasi dan support Pemkab Buton dalam setiap giat keagamaan yang dihelat. Menurutnya, kemitraan antara Pemkab Buton dan Kemenag Buton sejauh ini terjalin sangat baik. Bahkan dalam setiap agenda Kemenag, Bupati Buton La Bakry tak pernah absen untuk memberikan dukungan dan arahan.

Melalui Gerakan Masyarakat Muslim Cinta Alquran (Gema Imtaq) misalnya, Bupati La Bakry menyambut baik giat tersebut. Bahkan sudah menggelar Musabaqoh Tilawatil Quran yang pertama tingkat Kabupaten Buton

“Ada komitmen yang sama Kemenag bersama Pemda Buton yakni membangun masyarakat yang kuat dan sehat, bukan hanya disisi ekonomi, tetapi dari sisi jasmani dan rohani juga.
Semoga adanya program Gema Imtaq bisa mendorong semangat para pemuda dan remaja semakin giat mempelajari Alquran,” katanya.

Pemkab Buton juga kata dia mendorong gerakan wakaf Quran oleh pegawai dan masyarakat Buton. Dengan tersedianya banyak Alquran maka tiap TPA bisa memiliki bacaan yang cukup. “Kami juga mendorong semua TPA dibina oleh penyuluh-penyuluh kita, seperti baru-baru ini ada wisuda santri di kecamatan Wabula,” tuturnya. (lyn)

Tinggalkan Balasan