KENDARINEWS. COM–Kondisi kabut asap yang sempat membatasi jarak pandang di Bandar Udara (Bandara) Haluoleo, Konawe Selatan, mulai menunjukkan perbaikan. Pada Kamis (15/10), jarak pandang di bandara tersebut mencapai enam kilometer, meningkat signifikan dibandingkan sehari sebelumnya yang hanya 2,5 kilometer.
Membaiknya jarak pandang ini turut mendukung kelancaran operasional penerbangan di Bandara Haluoleo. Aktivitas penerbangan, baik kedatangan maupun keberangkatan, terpantau berjalan normal di tengah kondisi asap yang sebelumnya menyelimuti wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra).
Koordinator Humas Bandara Haluoleo Kendari, Nurlansyah, menyampaikan bahwa kondisi operasional penerbangan saat ini berjalan normal seiring membaiknya jarak pandang. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan cuaca yang dapat memengaruhi aktivitas penerbangan.
Berdasarkan informasi meteorologi penerbangan atau METAR WAWW yang dirilis pukul 08.00 WITA, jarak pandang di Bandara Haluoleo tercatat mencapai 6.000 meter. Angka tersebut meningkat 3.500 meter dibandingkan kondisi Rabu (14/10) pukul 08.30 WITA, ketika jarak pandang masih berada pada angka 2.500 meter disertai fenomena asap.
Perbaikan kondisi atmosfer tersebut menjadi perkembangan positif bagi aktivitas penerbangan. Sebab, jarak pandang merupakan salah satu faktor penting yang diperhitungkan dalam proses pendaratan maupun lepas landas pesawat, terutama ketika wilayah sekitar bandara terdampak kabut asap.
Dalam data meteorologi penerbangan terbaru, suhu udara tercatat 26 derajat Celsius dengan kecepatan angin tiga knot. Sementara itu, awan tersebar berada pada ketinggian 1.500 kaki. Laporan tersebut juga tidak menunjukkan adanya fenomena cuaca signifikan maupun perubahan cuaca signifikan yang diprakirakan dalam periode berlaku.
Jarak pandang enam kilometer tersebut juga berada di atas batas minimum 2.100 meter untuk prosedur pendaratan menggunakan fasilitas Instrument Landing System (ILS). Kendati demikian, pelaksanaan penerbangan tetap mengacu pada kondisi cuaca aktual, prosedur operasional, serta ketentuan keselamatan yang berlaku.
Untuk memastikan aktivitas penerbangan tetap berjalan aman, pihak bandara terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan AirNav, Meteo Lanud Haluoleo, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Koordinasi tersebut diperlukan agar setiap perkembangan cuaca dapat segera ditindaklanjuti sesuai kebutuhan operasional. Terlebih, kondisi asap di sejumlah wilayah Sultra masih berpotensi mengalami perubahan sehingga kewaspadaan tetap diperlukan.
Pihak Bandara Haluoleo juga mengimbau calon penumpang untuk memeriksa informasi terbaru mengenai jadwal dan status penerbangan melalui maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara. Langkah ini penting untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan jadwal apabila kondisi cuaca kembali memengaruhi operasional penerbangan. (jib)










































