KENDARINEWS. COM– Pengendalian harga dan ketersediaan kebutuhan pokok menjadi pekerjaan yang terus dikejar Pemerintah Kabupaten Bombana. Upaya tersebut mengantarkan Bombana meraih peringkat kedua TPID Award 2026 kategori Kabupaten/Kota TPID Berprestasi Wilayah Sulawesi.
Bagi Pemkab Bombana, capaian itu bukan sekadar penghargaan. Hasil tersebut menjadi gambaran kerja lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga di tengah tantangan pasokan, distribusi, produksi, hingga perubahan cuaca.
Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani mengatakan, pengendalian inflasi harus berorientasi pada kondisi yang dirasakan masyarakat. Karena itu, pemantauan harga dan ketersediaan kebutuhan pokok perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“Pengendalian inflasi tidak bisa hanya dilakukan ketika harga sudah naik. Perkembangan harga, pasokan, dan distribusi harus terus dipantau agar langkah yang diperlukan bisa segera dilakukan,” kata Ahmad Yani , Senin, 28/9/2026
Menurut dia, komoditas pangan menjadi perhatian utama karena perubahan harganya langsung berpengaruh terhadap pengeluaran masyarakat. Kondisi produksi dan distribusi juga dapat berubah mengikuti cuaca maupun perkembangan kebutuhan. Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah, perangkat daerah, dan instansi terkait perlu diperkuat. L
“Langkah antisipasi dinilai penting agar perubahan harga tidak berkembang menjadi tekanan yang lebih besar terhadap daya beli masyarakat, ” katanya.
Ahmad Yani juga menegaskan, penghargaan tersebut tidak boleh menjadi titik akhir. Capaian itu justru menjadi dorongan bagi TPID Bombana untuk mempertahankan dan memperkuat kerja pengendalian inflasi di lapangan.
“Yang paling penting bagaimana masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau dan barangnya tersedia,” ujarnya.
Sebagai informasi, Penghargaan TPID Award 2026 ditetapkan melalui Keputusan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 505 Tahun 2026 tentang Daftar Pemenang TPID Award. (idh)









































