KENDARINEWS.COM–Jelang Hari Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, Pemerintah Provinsi terus bergerak cepat agar inflasi tetap terkendali. Bahkan kali ini, untuk menjaga inflasi, Pj Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto menggelar pasar murah serta membagikan 5000 Paket sembako bagi masyarakat penerima manfaat, 300 mesin jahit dan dana insentif bagi pelaku UMKM, di Kota Baubau, kemarin.

“Bantuan ini merupakan implementasi dari lima program prioritas bagi kesejahteraan masyarakat yakni terpenuhinya hak – hak konstitusional bagi rakyat. Program ini juga bagian yang tidak terpisahkan dari upaya kami dalam rangka pengendalian inflasi di Sultra,” kata Andap.
Dimana berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, inflasi year on year Sultra pada bulan November turun menjadi 2,87 persen, yang sebelumnya pada Oktober mencapai angka 3,14 persen.
“Saya ucapkan terima kasih atas kinerja seluruh jajaran. Saya berharap tren positif ini dapat semakin diperbaiki sehingga dapat menekan laju inflasi di wilayah kita,” ungkapnya.
Ia pun menginstruksikan kepada para Bupati/Walikota dan Kepala Perangkat Daerah untuk mengambil langkah konkret dalam menekan laju inflasi dengan memastikan ketersediaan stok dan harga bahan pangan yang dapat terjangkau menjelang peringatan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023.
“Terus pantau dan awasi beberapa komoditi barang kebutuhan pokok yang selalu berfluktuasi, utamanya terhadap komoditi bahan makanan yang menjadi kebutuhan masyarakat. Intervensi pasar dengan menggelar pasar murah dan operasi pasar,” tegasnya.
Dalam momen ini, Pj Gubernur juga memberikan dana insentif kepada 735 pelaku UMKM se-Kota Baubau masing-masing senilai Rp2 juta. Bantuan ini disalurkan melalui dana fiskal tahun 2023 dari Pemerintah Pusat. Sultra sendiri mendapat kuota bantuan sebanyak 4.185 pelaku UMKM se-Sultra dengan total anggaran Rp8.370.000.000,-.
“Bagi saya, para pelaku UMKM merupakan bagian terpenting dalam penyelamatan ekonomi. Perputaran ekonomi akan terus bergerak karena geliat dan kerja keras para pelaku UMKM,” pungkas Andap.
Pemprov Sultra juga akan memberikan dukungan tidak hanya terbatas pada bantuan dana dan sarana kerja, tetapi juga mencakup peningkatan kapasitas bagi pelaku UMKM.
“Kedepan akan ada upaya dari Pemerintah Daerah untuk mengintegrasikan antara sistem pendidikan (untuk mencetak tenaga ahli dan tenaga terampil) serta industri yang sesuai dengan potensi wilayah kita. Insyaa Allah kita akan tambah keterampilan dan wawasan para pelaku UMKM melalui kegiatan bimbingan teknis dan pelatihan,” harapnya.
Tak lupa ia mengucapkan terima kasih kepada para pelaku UMKM atas kerja kerasnya untuk menjaga pergerakan ekonomi di wilayah Bumi Anoa.
“Terima kasih atas kerja keras Saudara yang berjuang mempertahankan roda ekonomi. Saya salut, saya bangga bisa bersama-sama Saudara memperjuangkan kemajuan Sultra ekonomi,” tutup Andap. (rah)









































