KENDARINEWS.COM— Ketua IAD Wilayah Sulawesi Tenggara sekaligus Penasehat Pertemuan Konsultasi (PK) IAD se-Wilayah Sultra menyampaikan serangkaian arahan penting dalam kegiatan yang digelar pada 22 Oktober 2026. Arahan tersebut menekankan peran nyata organisasi di tengah masyarakat, kedewasaan bermedia sosial, serta pentingnya menjaga kebersamaan antar anggota.

Ada tiga yang ditekankan Ade Sugeng, pertama, seluruh anggota IAD diimbau untuk peka terhadap lingkungan sekitar. Anggota diminta memantau warga yang mengalami kesulitan, menjalin komunikasi dengan pihak terkait, dan segera melaporkannya ke IAD Wilayah agar dapat dikoordinasikan langkah bantuan bersama.
“IAD harus menjadi organisasi yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kita tidak boleh menutup mata terhadap kesulitan sesama. Hadirlah dan berikan uluran tangan,” tegasnya.
Kedua, di era digital, anggota IAD diminta menjadi pengguna media sosial yang bijaksana. Media sosial dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi positif dan kegiatan organisasi, namun setiap informasi yang dibagikan memiliki konsekuensi.
“Jangan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Hindari komentar yang dapat menyakiti perasaan orang lain atau merugikan nama baik pribadi maupun organisasi,” ujarnya.
Sebelum membagikan sesuatu, biasakan bertanya: apakah benar, bermanfaat, pantas, dan tidak berdampak negatif? Jadikan media sosial sebagai sarana menyebar kebaikan, memperkuat persaudaraan, dan memperkenalkan kegiatan positif IAD kepada masyarakat.
Ketiga, kekompakan adalah kunci utama keberhasilan organisasi. Sebagus apapun program kerja yang disusun, tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan dan kebersamaan seluruh anggota.
“Selesaikan perbedaan pendapat melalui komunikasi yang baik dan musyawarah. Perbedaan karakter dan kemampuan justru menjadi kekuatan yang saling melengkapi, bukan alasan untuk terpisah,” pesannya.
Anggota juga diingatkan untuk tetap rendah hati dan menghormati siapapun tanpa membedakan kedudukan maupun latar belakang. “Jabatan dapat berganti, tetapi sikap baik, rasa hormat, dan persaudaraan hendaknya tetap terjaga.” paparnya.
Setiap Ketua IAD Daerah diharapkan menjadi teladan bagi anggotanya — baik dalam menjalankan program kerja maupun membangun hubungan harmonis. Kemuliaan seseorang tidak dilihat dari kedudukan yang dimilikinya, melainkan dari bagaimana ia bersikap dan memperlakukan orang lain.
“Kita ingin agar IAD tidak hanya dikenal melalui kegiatannya, tetapi juga melalui karakter anggotanya yang peduli, cerdas, kompak, dan santun,” ujarnya.
Pertemuan konsultasi ini diharapkan melahirkan pemikiran positif, memperkuat koordinasi, dan memberikan semangat baru berkarya. “Tidak perlu menunggu diperintah untuk berbuat baik. Mari kita mulai dari diri sendiri, dari hal-hal kecil, dan lakukan bersama-sama.” tandasnya. (ani)










































