KENDARINEWS.COM — Sektor jasa memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian Kota Kendari. Sekitar 70 persen pertumbuhan ekonomi Kota Lulo disumbang oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), mulai dari usaha kuliner, hiburan, perdagangan, keuangan, hingga sektor lainnya. Untuk mendorong ekonomi daerah, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari memfasilitasi perbankan agar mempermudah akses kredit usaha bagi pelaku UMKM.
Wakil Wali Kota (Wawali) Kendari Sudirman mengatakan pelaku UMKM di Kendari berkembang pesat dan keberadaan mereka sangat membantu pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menekan angka pengangguran. Pemerintah pun meluncurkan beragam program pembinaan dan pelatihan agar usaha tersebut dapat terus berkembang.
“Kami mengapresiasi program Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA). Pembiayaan khusus yang diluncurkan Perhimpunan BPR dan BPRS Indonesia (Perbamida) ini memberikan akses modal kerja lebih mudah dan tanpa bunga bagi UMKM,” ujar Sudirman kemarin.
Mantan legislator DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) ini mendukung penuh program KURDA, terutama karena orientasinya untuk kemajuan usaha rakyat. Sejauh ini, pemerintah sudah menyalurkan program pinjaman modal usaha tanpa bunga bagi pengusaha kecil, meski skemanya berbeda dengan Perbamida karena melibatkan lembaga koperasi sebagai penyalur.
“Saya sangat tersanjung diundang pada Munas Perbamida ini. Sebagai pemimpin daerah, tentunya saya akan mendorong upaya memperkuat UMKM, mendorong ekonomi lokal, hingga pemberdayaan pengusaha mikro,” ujar pasangan Siska Karina Imran ini.
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perbamida Sovia Nurkrisnajati Atmaja mengatakan cukup banyak program yang diluncurkan BPR dan BPRS. Penyaluran KURDA di daerah menjadi salah satu upaya Perbamida dalam mendukung keberlangsungan UMKM.
“Pinjaman yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ini disalurkan tanpa bunga sama sekali. Langkah ini untuk mendorong UMKM maju dan perkembangan ekonomi yang pesat,” ujarnya.
Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perbamida Sultra Dr. Ahmat mengungkapkan program KURDA mulai disalurkan tahun 2026. Program ini merupakan pembiayaan UMKM yang difasilitasi pemerintah daerah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. “Beberapa BPR seperti BPR Konawe, tahun 2026 akan menyalurkan KURDA,” tegas Ahmat.
Staf Ahli Bidang Ekonomi Setprov Sultra La Ode Fasikin menambahkan BPR kini semakin berkembang dan maju. Tidak hanya fokus pada urusan perbankan, BPR juga mendukung program pemerintah, salah satunya di sektor pariwisata. “Selain Munas, mereka juga akan berkunjung ke objek wisata daerah, salah satunya Pulau Bokori. Ini juga bagian dari promosi wisata daerah,” ujarnya.









































