Gubernur ASR Cari Mahasiswa Ber IQ Tinggi, Bakal Disekolahkan hingga ke Luar Negeri

KENDARINEWS.COM—Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerahnya.

Wujud nyatanya ia membuka seleksi bagi mahasiswa ber-IQ tinggi minimal IQ 120. Mahasiswa cerdas itu akan diberikan kesempatan untuk.kuliah hingga keluar negeri

Pernyataan itu disampaikan Andi Sumangerukka usai membuka kegiatan seminar nasional bidang teknik sipil yang diselenggarakan oleh Yayasan ASR bekerja sama dengan Universitas Halu Oleo (UHO) di Kendari, Selasa (15/4). 

Program ini, kata Gubernur, merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi kemajuan Sultra melalui SDM unggul yang kompeten dan memiliki daya saing global.

ASR menjelaskan bahwa pemerintah provinsi akan melakukan seleksi ketat terhadap para calon penerima beasiswa. Hanya mahasiswa dengan IQ minimal 120 yang akan dipertimbangkan untuk mengikuti program tersebut.

“Kita akan seleksi mahasiswa-mahasiswa yang memiliki IQ 120 ke atas. Mereka yang lolos akan kita kumpulkan, kita fasilitasi secara penuh sesuai minat dan bakat mereka,” ujarnya.

 “Kita tanya mereka mau kuliah di jurusan apa, dan kita yang akan membiayai,”tambahnya.

Mantan  Pangdam Hasanuddin itu  menegaskan, program beasiswa ini tidak hanya terbatas untuk perguruan tinggi dalam negeri, tetapi juga mencakup pembiayaan studi ke luar negeri. Ia menyebut, penting bagi generasi muda Sultra untuk mengecap pendidikan di negara-negara maju sebagai bekal membangun daerah di masa mendatang.

“Kalau ada yang mau ambil jurusan pariwisata, kita bisa kirim ke negara-negara yang pariwisatanya sudah berkembang pesat. Kita ingin mereka menyerap langsung ilmu dan sistem dari negara yang lebih maju,” ungkapnya.

Meski memberikan fasilitas pendidikan seluas-luasnya, Pemerintah Provinsi Sultra menetapkan satu syarat mutlak bagi para penerima beasiswa, dimana mereka wajib kembali ke daerah setelah menyelesaikan studi dan mengabdikan diri untuk kemajuan Sulawesi Tenggara.

“Ketika mereka selesai nanti, tidak boleh tinggal di luar. Mereka harus kembali dan mengabdi di Sultra. Kita tidak ingin mencetak SDM unggul hanya untuk diserap oleh daerah lain. Kita ingin mereka membangun tanah kelahirannya sendiri,” tegasnya.

Menurut ASR, hal ini merupakan bagian dari komitmen pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Dengan dukungan SDM unggul lokal, saya yakin Sultra akan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global, baik dalam bidang pendidikan, teknologi, ekonomi, hingga pariwisata,”ucapnya.(rah)

Tinggalkan Balasan