oleh

Sitya Giona Nur Alam, Milenial Ideal Memimpin Kendari

KENDARINEWS.COM–Sitya Giona Nur Alam adalah politisi muda potensial. Cukup beralasan, mengingat dia adalah anak mantan Gubernur Sultra Nur Alam. Giona diproyeksikan bakal maju sebagai calon Wali Kota Kendari di pesta demokrasi 2024 mendatang. Jabatan politik perempuan cantik yang akrab
disapa Giona ini adalah Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Garnita Malahayati Partai Nasdem Sultra periode 2021-2026.

Latar belakang keluarga, memang kerap membuat orang mengikuti jalur profesi orang tua. Tak bisa dipungkiri, ada jalur yang sudah terbentuk, dan itu ada pada semua profesi. Maka, Nur Alam pun tak punya alasan untuk menghalangi bakat, minat, dan potensi

sang anak untuk bergiat juga di jalur politik. Apalagi, selain Nur Alam pernah menjabat sebagai
Gubernur Sultra dua periode, sang istri Tina Nur Alam saat ini tercatat sebagai anggota DPR RI periode 2014-2018 dan 2019-2024.

“Sejak kecil, anak-anak selalu melihat orang tuanya melakukan kegiatan melayani masyarakat. Tanpa bicara pun, mereka tahu konsistensi dan kerja keras yang dilakukan bapak ibunya. Mereka juga melihat langsung aktivitas saya di berbagai organisasi. Mulai organisasi profesi, olah raga, sosial, hingga politik. Puncaknya, tentu saja saat saya memimpin pemerintahan selama dua periode. Maka otomatis, dalam diri anak-anak saya mengalir jiwa kepemimpinan,” ungkap Nur Alam yang dijumpai di Sukamiskin,
Bandung, baru-baru ini.

Mantan Gubernur Sultra ini menilai, di era sekarang ini, perempuan telah sejajar dengan kaum pria. Emansipasi dan perjuangan para perempuan terdahulu sebutlah R.A. Kartini, Cut Nyak Dien, Dewi Sartika dan banyak lagi nama-nama besar lainnya, telah membuat perempuan tidak lagi dipandang sebelah mata. ” Menjadi pemimpin bagi perempuan saat ini bukan lagi hal asing, terutama di Indonesia. Banyak perempuan di tanah air sukses dalam partisipasi sebagai kepala daerah,” jelasnya.

Nur Alam mencontohkan di Sulawesi Utara (Sulut). Dari lima belas kabupaten/kota, enam daerah di antaranya dipimpin perempuan. Rata-rata dari mereka berhasil memajukan daerahnya dan mensejahterakan masyarakatnya. Hal itu membuktikan, perempuan Sulut memiliki posisi kuat dan tidak tersubordinasi secara sosial dan kultural dari kaum laki-laki.

“Perempuan dan laki-laki, memiliki peluang sama dalam kepemimpinan. Punya tugas, tanggung jawab, dan kewajiban yang sama dalam membangun bangsa dan negara,” terangnya.

Menariknya, di waktu yang bersamaan, putra pertama Nur Alam — Radhan Algindo Nur Alam (RAN) juga maju dalam pemilihan Bupati Konawe Selatan (Konsel). Mengenai hal itu, Nur

Alam menegaskan, pencalonan Giona sebagai Calon Wali Kota Kendari dan juga Radhan
Algindo dalam pemilihan Bupati Konawe Selatan secara bersamaan adalah murni kompetisi dan sama sekali bukan penunjukan.

“Murni kompetisi dan merupakan keputusan pribadi Giona dan Radhan. Bagi saya, mereka maju bersamaan tidak soal, selagi semua syarat dapat mereka penuhi. Yakni sama-sama memiliki kemampuan untuk memimpin kota dengan baik, bersikap transparan, akomodatif, responsif, produktif, dan kredibel. Dan harus selalu menghindaripraktik-praktik KKN,” beber Nur Alam.

Nur Alam mengutip kata Bung Karno “Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncang dunia”. Hal ini menegaskan betapa pentingnya peran pemuda dalam kemajuan bangsa. Merekalah penerus dan pewaris bangsa. Apalagi, secara kualitatif kaum milenial adalah kaum yang hebat.

“Mereka adalah generasi kreatif, inovatif, punya energi besar, dan punya kecintaan yang tinggi
kepada bangsa dan negara. Sudah tiba waktunya mereka diberi ruang dan kesempatan,” imbuhnya. (rls)

Komentar

Tinggalkan Balasan