KENDARINEWS.COM-Pelunasan biaya haji tahun 2026 tahap kedua resmi dibuka mulai hari ini, Senin (2/1/2026) hingga Sabtu (9/1/2026). Calon jemaah haji asal Kota Kendari mendapatkan kabar baik karena biaya pelunasan turun signifikan menjadi Rp 28 juta, dari Rp 30 juta pada tahun 2025.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Kendari, H. Sunardin, menjelaskan bahwa penurunan biaya merupakan hasil efisiensi dari kementerian terkait. “Kami lakukan evaluasi mendalam terhadap setiap komponen biaya di Arab Saudi, mulai dari akomodasi, transportasi lokal, hingga pengaturan jadwal ibadah, semua dioptimalkan tanpa mengurangi kualitas layanan,” ujarnya.
Kuota jemaah haji asal Kota Kendari tahun 2026 sebanyak 579 orang, di mana 464 orang telah lulus verifikasi administrasi dan kesehatan. Namun, sebagian calon jemaah masih belum selesai seleksi karena berbagai alasan, seperti sulit diakses, meninggal dunia sebelum pelunasan, proses pengajuan izin kerja, atau kesulitan pembayaran.
Untuk calon jemaah yang tinggal di wilayah sulit diakses seperti Tabeanga dekat Bokori, Morowali, dan Sulawesi Tengah Menui, pihaknya menetapkan kebijakan khusus dengan memberikan prioritas utama. Setelah itu, fokus akan diberikan kepada pendamping lansia atau penyandang disabilitas, serta pengganti orang tua yang meninggal dengan syarat masa tunggu minimal 5 tahun.
Selain itu, telah disiapkan 400 calon jemaah cadangan yang akan diberangkatkan sesuai urutan nomor tunggu. H. Sunardin juga menyampaikan bahwa pemisahan Kementerian Haji dan Umroh dari Kemenag membawa dampak positif, membuat fokus pengelolaan lebih jelas dan efisien, dengan kerja sama yang tetap baik dengan Kemenag.
Pihaknya mengimbau calon jemaah yang telah terverifikasi untuk segera menyelesaikan pelunasan dalam jangka waktu yang ditentukan. Bagi yang mengalami kesulitan, dapat menghubungi kantor langsung atau melalui kanal layanan online yang tersedia.(lis)









































