Bangkok Kota Paling Banyak Dikunjungi Dunia 2025

KENDARINEWS.COM — Bangkok dinobatkan sebagai kota paling banyak dikunjungi di dunia pada 2025 berdasarkan survei perusahaan riset pasar global Euromonitor International. Pemerintah Thailand menyebut capaian ini sebagai tonggak penting pemulihan nasional, khususnya di sektor pariwisata pascapandemi.

Wakil Juru Bicara Pemerintah Thailand, Aiyarin Phanrit, mengatakan peringkat tersebut merujuk pada Top 100 City Destinations Index 2025 yang dirilis Euromonitor International. Dalam indeks itu, Bangkok menempati posisi teratas dengan 30,3 juta kedatangan wisatawan internasional sepanjang 2025.

“Peringkat ini mencerminkan keberhasilan kebijakan promosi pariwisata pemerintah serta keramahan masyarakat Thailand,” ujar Aiyarin, seperti dilansir The Thaiger, Jumat (19/12/2025).

Ia menambahkan, lonjakan kunjungan wisatawan menandakan meningkatnya kepercayaan internasional terhadap Thailand, sekaligus menunjukkan efektivitas infrastruktur penerbangan dan strategi pemasaran pariwisata nasional.

Pemulihan pariwisata juga tercermin dari meningkatnya lalu lintas penerbangan. Data Aeronautical Radio of Thailand (Aerothai) mencatat, sepanjang tahun fiskal 2025 terdapat 904.796 penerbangan yang ditangani.

Jumlah penerbangan meningkat signifikan menjelang akhir tahun. Pada Desember 2025, tercatat 84.543 penerbangan, sementara Januari 2026 diproyeksikan mencapai 87.835 penerbangan.

Untuk tahun fiskal berikutnya, total penerbangan diperkirakan naik menjadi 928.165 penerbangan, atau meningkat sekitar 3 persen dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, penerbangan internasional diproyeksikan mencapai 473.364 penerbangan, disusul penerbangan domestik sebanyak 343.422 penerbangan, serta 111.379 penerbangan overflight melintasi wilayah udara Thailand.

Menjelang periode libur Tahun Baru pada 29 Desember hingga 7 Januari, otoritas Thailand memperkirakan terdapat 27.632 penerbangan, dengan rata-rata 2.763 penerbangan per hari.

Media lokal Matichon melaporkan, pemerintah telah menginstruksikan seluruh lembaga terkait untuk menyiapkan langkah-langkah keselamatan dan manajemen lalu lintas udara secara menyeluruh guna mengantisipasi lonjakan penumpang serta meminimalkan potensi keterlambatan selama periode puncak perjalanan. (kompas.com)

Tinggalkan Balasan