KENDARINEWS.COM- – Kepala UPTD Pelabuhan Kamaru – Donggala – Tondasi Laode Rompu mengungkapkan sejumlah tantangan krusial dalam memberikan layanan optimal kepada pengguna jasa pelabuhan, termasuk di Pelabuhan Kamaru, Donggala, Tondasi (Madoto). Di tengah upaya mewujudkan simpul transportasi modern, inovasi e-ticketing yang digagas Gubernur Sulawesi Tenggara menjadi salah satu poin fokus yang masih menghadapi hambatan di lapangan.

“Inovasi e-ticketing ini ditujukan untuk mempercepat layanan dan mengakhiri praktik percaloan. Tapi tantangannya adalah mengubah kebiasaan lama pengguna yang sudah terbiasa melalui perantara,” ungkap Laode Rompu
Selain penerapan e-ticketing, masalah lain yang masih belum terselesaikan adalah tentang retribusi dan fasilitas parkir. Saat ini, pungutan hanya terbatas pada retribusi penumpang dan layanan penyeberangan. Retribusi parkir belum dapat diberlakukan karena infrastrukturnya yang masih tidak ada.
“Untuk sekarang, tidak ada solusi tentang jasa parkir karena fasilitasnya memang belum tersedia. Jadi semua biaya yang dibayar masih murni untuk kebutuhan penyeberangan,” jelasnya.
Tidak hanya berfokus pada tantangan, UPTD juga aktif menjalin kerja sama dengan PT SDP dan Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara. Fokus utama kerja sama ini adalah meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan ketertiban di seluruh pelabuhan yang dikoordinasikannya – antara lain Kamaru, Donggala, Tondasi, alias Madoto
“Yang paling penting adalah bagaimana pengguna jasa merasa nyaman, aman, dan tentram. Kalau tiga hal itu terpenuhi, masyarakat akan otomatis memilih menggunakan pelabuhan kita,” tegasnya
UPTD berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan, mulai dari penataan fasilitas hingga peningkatan kualitas pelayanan. Tujuan akhirnya adalah menjadikan Pelabuhan Madoto dan yang lain di wilayah tersebut sebagai pelabuhan yang lebih efisien, modern, dan terpercaya bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.(Mg8/Redaksi)









































