Dishub Sultra Gencar Tangkal Calo Tiket & Siapkan Jaring Pengaman Lengkap Jelang Puncak Mudik Nataru 2026

KENDARINEWS.COM-– Seiring mendekatnya puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengambil langkah tegas dengan memperketat pengawasan terhadap calo tiket perjalanan. Upaya ini ditujukan untuk menekan praktik tidak terpuji yang memanfaatkan tingginya permintaan transportasi dengan menjual tiket dengan harga jauh di atas standar, terutama untuk layanan kelas ekonomi yang menjadi pilihan utama sebagian besar pemudik.

Kepala Dinas Perhubungan Sultra Muhammad Rajulan, mengumumkan serangkaian langkah tersebut saat memberikan keterangan2. Menurutnya, keamanan dan kenyamanan pemudik menjadi prioritas utama, sehingga setiap upaya dilakukan untuk mencegah setiap pihak yang mencoba mengambil keuntungan pribadi di tengah periode libur yang sibuk.

“Kami ingin memastikan distribusi dan layanan transportasi berjalan tertib, terutama untuk kelas ekonomi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat. Calo yang memanfaatkan situasi ini adalah musuh kita semua, dan kita akan melakukan segala cara untuk menyingkirkannya,” tegas Rajulan dengan nada tegas.

Puncak Mudik Diprediksi 24 Desember 2025 – 2 Januari 2026

Dishub Sultra memprediksi puncak arus mudik akan terjadi mulai 24 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 mendatang, sedangkan periode libur secara keseluruhan akan ditutupi dengan persiapan yang matang mulai jauh hari sebelumnya. Untuk menghadapi lonjakan pergerakan masyarakat yang signifikan, seluruh personel Dishub – mulai dari petugas lapangan hingga staf pengawas – akan ditempatkan di titik-titik strategis di seluruh wilayah Sultra.

“Kita tidak mau ada celah. Personel kita akan tersebar di terminal darat, pelabuhan, dan bandara untuk memantau setiap pergerakan. Mereka akan menjadi mata dan telinga kita di lapangan, memastikan tidak ada praktik ilegal yang terjadi dan memecahkan masalah yang muncul secepatnya,” jelas Rajulan.

Posko Terpadu: Pusat Koordinasi Pengamanan & Pelayanan Selama 19 Hari²2

Untuk menunjang koordinasi antar instansi dan memberikan layanan terbaik kepada pemudik, Dishub Sultra akan menyediakan posko terpadu pengamanan dan pelayanan yang akan beroperasi mulai 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 – selama kurang lebih 19 hari. Posko ini tidak hanya dioperasikan oleh Dishub, tetapi juga bekerja sama dengan instansi terkait seperti Kepolisian Daerah Sultra, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sultra, Dinas Kesehatan Sultra, dan juga Lembaga Penyelenggara Jasa Angkutan (LPJA).

“Posko terpadu ini akan berfungsi sebagai pusat informasi lengkap bagi pemudik – mulai dari jadwal keberangkatan, status armada, hingga penanganan pengaduan. Jika ada pemudik yang mengalami masalah, baik terkait tiket, kendaraan, maupun kesehatan, mereka bisa langsung menghubungi posko ini untuk mendapatkan bantuan cepat,” jelas Rajulan.

Selain itu, posko juga akan memantau kondisi lalu lintas di jalur utama mudik, terutama di jalan raya yang sering mengalami kemacetan selama periode libur, seperti jalan Kendari-Baubau dan Kendari-Kolaka.

Sektor Udara: Koordinasi Rapat dengan Bandara Halu Oleo

Di sektor transportasi udara, Dishub Sultra telah berkoordinasi erat dengan Manajemen Bandara Halu Oleo di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang yang signifikan. Posko terpadu juga disediakan di dalam area bandara sebagai pusat pemantauan, layanan informasi, dan penanganan pengaduan khusus untuk penumpang udara.

“Kita prédiksi jumlah penumpang bandara Halu Oleo selama Nataru akan meningkat sekitar 30% dibandingkan hari biasa. Oleh karena itu, kita telah bekerja sama dengan pihak bandara untuk meningkatkan kapasitas layanan, mempercepat proses check-in, dan memastikan keamanan di seluruh area bandara. Petugas Dishub juga akan ada di sana untuk memantau penjualan tiket dan mencegah calo yang beroperasi di sekitar bandara,” kata Rajulan.

Sektor Laut: Posko di 3 Pelabuhan Rute Kritis

Untuk jalur laut yang menjadi tulang punggung transportasi antar pulau di Sultra, posko serupa ditempatkan di tiga pelabuhan yang diprediksi akan mengalami lonjakan penumpang terbesar, yaitu pelabuhan rute Baubau – Wanci, Amolengo – Labuan, dan Torobulu – Tampo. Rajulan menjelaskan bahwa jalur-jalur ini menjadi pilihan utama pemudik yang ingin menuju pulau Buton, Muna, dan Kabaena.

“Di pelabuhan-pelabuhan ini, petugas Dishub akan melakukan pengawasan ketat terhadap penjualan tiket kapal, memastikan semuanya terjual melalui saluran resmi dan sesuai harga standar. Kita juga akan memantau kondisi kapal dan keberangkatan agar tidak ada kelebihan penumpang yang berpotensi membahayakan keselamatan,” jelasnya.

Ramp Check Ketat: Setiap Armada Harus Layak Beroperasi

Tidak hanya mengawasi penjualan tiket, Dishub Sultra juga bersama instansi terkait melakukan ramp check terhadap seluruh armada transportasi darat dan laut yang akan beroperasi selama periode mudik. Pengecekan ini mencakup kondisi kendaraan/kapal, kelengkapan peralatan keselamatan (seperti ember api, pelampung, dan alat komunikasi), serta kualifikasi pengemudi/pemandu kapal.

“Kami tidak akan mengizinkan satu pun armada yang tidak layak beroperasi. Ramp check ini dilakukan secara acak dan teratur untuk memastikan setiap perjalanan aman. Kita tidak mau mengambil risiko apapun terhadap nyawa pemudik,” tegas Rajulan.

Selain itu, Dishub juga akan memberikan pengarahan kepada pengemudi dan pemandu kapal untuk mengendarai kendaraan dengan hati-hati, menghindari kelelahan, dan mematuhi aturan lalu lintas serta keselamatan pelayaran.

Komitmen Dishub: Berikan Pengalaman Mudik yang Aman & Lancar

Menutup keterangannya, Rajulan menekankan bahwa seluruh upaya yang dilakukan oleh Dishub Sultra bertujuan untuk memberikan pengalaman mudik yang aman, lancar, dan terjangkau bagi masyarakat Sultra. Dia berharap bahwa dengan jaring pengaman yang telah disiapkan, pemudik dapat berkumpul dengan keluarga tanpa khawatir akan masalah transportasi.

“Kami berkomitmen untuk selalu melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Semoga seluruh persiapan ini bermanfaat dan semua pemudik dapat melakukan perjalanan dengan tenang, sampai tujuan dengan selamat, dan merayakan Nataru dengan penuh kebahagiaan bersama keluarga,” tutup Rajulan.

Dengan langkah-langkah tegas dan koordinasi yang matang, Dishub Sultra menunjukkan peran pentingnya sebagai pelaksana kebijakan transportasi yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama di masa-masa perayaan yang sibuk seperti Nataru.

Tinggalkan Balasan