KENDARINEWS.COM- – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus berupaya meningkatkan kapasitas digital masyarakat melalui lokakarya literasi digital tingkat provinsi. Mengangkat tema “Membangun Konten Digital Berbasis Kearifan Lokal,” kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan kreator digital yang mampu mempromosikan nilai-nilai budaya daerah secara bijak dan produktif.
Lokakarya ini diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pelajar SMA dan SMK, hingga masyarakat umum yang antusias untuk meningkatkan kemampuan digital mereka.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sultra, Usnia SKM, M.KM, menekankan bahwa literasi digital bukan hanya sekadar kemampuan teknis dalam menggunakan perangkat teknologi. “Literasi digital mencakup pemahaman tentang bagaimana informasi dikelola, disampaikan, dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab,” ujarnya.
Kegiatan ini dirancang dengan tiga pendekatan utama yang saling melengkapi:
1. Pemaparan Konseptual: Peserta diberikan landasan teori dan pemahaman mendalam mengenai literasi digital, termasuk dinamika transformasi informasi di era modern. Mereka diajak untuk memahami peran penting literasi digital sebagai keterampilan untuk menyeleksi, mengolah, dan memproduksi informasi secara kritis.
2. Bimbingan Praktikal: Peserta mempelajari teknik pembuatan konten digital, termasuk tata cara produksi konten, pengemasan pesan yang menarik, serta penerapan etika bermedia. Tujuannya adalah menghasilkan karya digital yang berkualitas dan relevan tanpa mengabaikan nilai-nilai budaya lokal.
3. Kelompok Diskusi Terpimpin: Peserta berkolaborasi merancang strategi dan ide kreatif terkait pengembangan konten digital berbasis kearifan lokal. Diskusi mencakup potensi kekayaan budaya daerah seperti tradisi, kuliner, seni, dan adat istiadat yang layak diangkat menjadi konten informatif dan edukatif.
Usnia berharap lokakarya ini menjadi wadah kolaborasi produktif bagi masyarakat untuk memperkaya wawasan dan mengasah keterampilan berkreasi di dunia digital. “Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan pemahaman konseptual dan praktikal tentang literasi digital, sekaligus mendiskusikan strategi penerapannya dalam rangka pengembangan konten literasi berbasis kearifan lokal,” tutupnya.
Dengan adanya lokakarya ini, Sultra diharapkan dapat melahirkan kreator digital yang tidak hanya inovatif tetapi juga berakar kuat pada identitas dan kekayaan budaya daerah, serta mampu mempromosikan potensi Sultra melalui platform digital.









































