MAN IC Kendari Gelar i-Smart Competition, Wadah Gali Potensi Siswa se-Sultra

KENDARINEWS.COM-– Madrasah Aliyah Negeri (MAN) IC Kendari kembali menggelar ajang bergengsi i-Smart Competition tingkat SMP/MTs se-Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk mengembangkan kreativitas, kompetensi, dan membentuk mental juara bagi generasi muda, yang diikuti oleh sekitar 200 siswa terbaik dari berbagai kabupaten dan kota.

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, M.Ling, yang hadir dalam kesempatan tersebut menilai bahwa kompetisi ini memiliki peran sangat vital dalam dunia pendidikan. Menurutnya, ajang ini bukan sekadar perlombaan, melainkan bukti nyata kualitas hasil belajar yang siap diuji.

“Ketika siswa mampu tampil dan berkompetisi, itu menunjukkan bahwa skill dan pengetahuan mereka sudah layak diadu. Ini juga menjadi simulasi awal sebelum mereka terjun ke dunia nyata,” ujar Hugua.

Ia menambahkan, mental juara yang dibangun sejak dini akan menjadi bekal berharga. Kepercayaan diri, pola pikir, dan kesiapan mental yang terbentuk dari kompetisi ini diharapkan mampu membawa mereka sukses di berbagai bidang kehidupan di masa depan, baik dalam bisnis, politik, maupun keagamaan.

Terdaftar di Puspresnas, Sertifikat Bernilai Tambah
Sementara itu, Kepala MAN IC Kendari, Ismail Z. Betawi, menjelaskan bahwa i-Smart Competition dirancang khusus untuk menempa potensi siswa agar tumbuh sebagai insan cendekia yang unggul secara intelektual.

“Potensi siswa perlu ditempa dan dibentuk agar mampu menyalurkan kemampuan secara sistematis. Ini sejalan dengan visi kami mencetak pemimpin masa depan yang percaya diri dan mampu memengaruhi orang lain untuk tujuan bersama,” terangnya.

Keistimewaan lain dari ajang ini adalah telah terdaftar resmi di Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Hal ini menjamin kualitas materi lomba yang telah melalui validasi ketat, serta menjadikan sertifikat pemenang memiliki nilai tambah yang sangat baik, khususnya untuk bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Lomba Berbasis STEM dan Seni Budaya
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, terhitung mulai 16 April 2026 ini, mengusung pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) yang sangat penting untuk mempersiapkan generasi masa depan.

Ratusan peserta yang merupakan siswa terbaik dari daerah masing-masing bersaing secara sehat dalam berbagai cabang lomba, antara lain:

  • Bidang Akademik: Olimpiade IPA, Matematika, IPS, Lomba Cepat Tepat (LCT), hingga Debat Bahasa Indonesia & Inggris.
  • Bidang Non-Akademik: Storytelling, Pidato Bahasa Daerah, Vlog 3 Menit, Menari, Song Cover, hingga Catur.

Dengan beragamnya bidang yang dilombakan, diharapkan bakat dan minat siswa dapat tergali secara maksimal, sehingga melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kreatif dan berkarakte

Tinggalkan Balasan