KENDARINEWS.COM–Realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Buton, berjalan aktif sepanjang tahun 2025. Program yang berfokus pada peningkatan gizi anak sekolah dan pemberdayaan ekonomi lokal melalui penyediaan dapur khusus itu ditarget lebih optimal tahun ini. Pemerintah berencana menambah 10 dapur baru untuk pengolahan MBG itu.
Rencana itu dibeberkan oleh Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra. Bupati termuda di Indonesia Timur itu mengatakan jika target 10 dapur itu sebenarnya sudah dirancang pada tahun 2025 lalu. Hanya saja alasan tehnis menjadi kendalanya.
“Insya Allah tahun ini kita akan membuka 10 dapur MBG. Kemarin kan target 10 namun belum tercapai, tahun ini semoga kita bisa capai10 dapur MBG,” katanya.
Lebih dari itu politisi Nasdem itu juga mekankan untuk tidak ada lagi pembukaan dapur ilegal yang tidak terdaftar di sistem SPPG. Itu memudahkan pemerintah melakukan pengawasan terpadu. “Awas, ini penting menjadi perhatian, jangan ada lahi dapur ilegal,” tegasnya.
Alvin mengaku saat ini dirinya semakin aktif mengawasi dapur SPPG di wilayahnya. Itu untuk memastikan kualitas dan kebersihan makanan berikut juga penyalurannya ke sekolah-sekolah.
“Alhamdulillah daat ini kita sudah aman-aman. Pernah sekali kasus KLB, dapur di Awainulu yang keracunan, setelah itu tidak ada lagi dan saya harap tidak akan ada lagi,” harapnya.
Alvin juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, SPPG, dan pemilik dapur MBG agar pelaksanaan program berjalan optimal, tepat sasaran, serta memenuhi standar gizi dan kebersihan pangan.
“Program MBG merupakan salah satu upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, seluruh pihak harus bekerja secara profesional, menjaga kualitas makanan, dan memastikan distribusi berjalan lancar,” pintanya. (lyn)









































