KENDARINEWS.COM-– Pemerintah Kabupaten Konawe mulai gelar persiapan total menyambut kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Sorue, Kecamatan Soropia, yang akan digelar pada Maret 2026. Langkah awal yang diambil bahkan menyentuh akar rumput – penetapan 10 arah strategis kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2026 dengan satu perintah tegas: ‘Tahun ini tidak ada ruang untuk seremonial belaka’
Penegasan keras itu disampaikan langsung oleh Bupati Konawe Yusran Akbar saat memimpin apel gabungan perdana ASN se-Kabupaten Konawe tahun 2026 di Lapangan Upacara Kantor Bupati, Senin (5/1/2026). Acara yang diikuti oleh seluruh ASN tersebut menjadi momentum awal untuk mengubah wajah pelayanan publik di Konawe jelang kedatangan Presiden.
“Kesiapan KNMP bukan hanya soal bangunan yang indah, tetapi soal mental melayani yang benar. Ini menyangkut nama baik daerah, pertumbuhan ekonomi kita, dan upaya nyata untuk menekan kemiskinan. Semua harus hidup dengan semangat ‘Konawe Bersahaja’ – sederhana tapi tangguh dalam melayani dan membangun,” jelas Bupati Yusran dengan nada tegas.
Didampingi Wakil Bupati Syamsul Ibrahim dan Sekretaris Daerah Ferdinand Sapan, Bupati Yusran kemudian membacakan 10 poin strategis yang menjadi roadmap kerja ASN sepanjang tahun ini. Beberapa poin utama yang menjadi fokus adalah:
Penuntasan semua administrasi akhir tahun secara menyeluruh, penataan dan redistribusi pegawai ke seluruh tingkatan, termasuk desa dan kelurahan, penguatan disiplin kerja yang ketat serta pembentukan budaya kerja ASN yang jujur, sederhana, melayani, dan bertanggung jawab
Reformasi layanan publik menjadi tonggak utama dalam persiapan tersebut. Bupati Yusran menegaskan bahwa ASN harus benar-benar beralih pola pikir dari “yang dipesankan” menjadi “pelayan rakyat”.
“ASN adalah pelayan rakyat – bukan sebaliknya. Pelayanan harus cepat, ramah, transparan, dan TIDAK BOLEH ADA PUNGUTAN LIAR SAMBILAN! Ini bukan hanya perintah, tapi komitmen yang harus kita jaga jelang kedatangan Presiden,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret yang akan segera dijalankan, Bupati Yusran telah memberikan instruksi langsung kepada BKPSDM Konawe untuk menyelesaikan redistribusi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hingga ke tingkat desa dan kelurahan paling bawah. Kebijakan ini dianggap sangat strategis untuk memperkuat pelayanan dasar sekaligus memastikan semua program prioritas nasional, termasuk pengembangan KNMP Sorue, berjalan sesuai rencana.
“Kita tidak bisa hanya berdiri diam menunggu kunjungan. Setiap langkah harus berdampak nyata bagi masyarakat. Presiden datang bukan hanya untuk melihat, tapi untuk memastikan programnya benar-benar dirasakan oleh rakyat kecil,” pungkas Bupati Yusran.(din)









































