KENDARINEWS.COM–Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kolaborasi dengan Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra), hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka saat pelantikan Prof. Dr. Ir. H. Andi Bahrun, M.Sc.,Agric sebagai Rektor periode 2025-2029 di Hotel Claro Kendari, Rabu (31/13/12).

Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka menyampaikan selamat kepada Prof. Dr. Andi Bahrun atas pelantikan Rektor Unsultra periode 2025-2029. “Atas nama Pemerintah Provinsi dan seluruh masyarakat Sultra, saya menyampaikan selamat atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada Bapak Prof. Andi Bahrun untuk memimpin Unsultra ke depan,” ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa, pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan oleh pendidikan tinggi. Namun demikian, disadari bahwa tantangan pendidikan tinggi saat ini semakin kompleks. Transformasi digital, revolusi industri, serta perubahan sosial ekonomi yang begitu cepat menuntut perguruan tinggi tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga menjadi pelopor inovasi, pengembangan riset, dan pemberdayaan masyarakat.
“Unsultra, sebagai salah satu perguruan tinggi di Bumi Anoa, selama ini telah menjadi bagian penting dari perjalanan pembangunan daerah Sultra. Oleh karena itu, universitas ini diharapkan terus bergerak maju, berinovasi, dan tetap eksis dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman,” jelas orang nomor satu di Sultra itu.
Ia menerangkan bahwa, sejalan dengan itu, Unsultra yang profesional, kredibel, dan visioner menjadi kebutuhan mutlak untuk menjawab berbagai tantangan tersebut. Selain itu, universitas juga perlu terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, sektor swasta, serta para pemangku kepentingan lainnya guna memperkokoh ekosistem pendidikan tinggi agar semakin kuat, kompetitif, dan responsif terhadap perubahan.
“Pada kesempatan yang baik ini, saya menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sultra untuk terus meningkatkan kolaborasi dengan Unsultra. Bahkan, pada momentum ini pula saya meminta waktu untuk dapat menyampaikan kuliah umum, sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan perguruan tinggi,” kata Andi Sumangerukka.
Ia menegaskan bahwa, Pemerintah Provinsi Sultra akan selalu mendukung upaya-upaya pengembangan Unsultra agar semakin berkualitas dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah.
“Saya berharap kepemimpinan Bapak Prof Andi Bahrun dapat semakin memperkokoh visi strategis perguruan tinggi, mencetak lulusan-lulusan unggul yang siap menghadapi tantangan global, serta mendorong Unsultra menjadi pusat inovasi, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat yang semakin baik ke depan,” terangnya.
Kepala LLDikti Wilayah IX Sultanbatara, Dr. Andi Lukman, M.Si mengungkapkan bahwa menjawab tantangan perguruan tinggi membutuhkan kepemimpinan yang transformatif. Kepemimpinan transformatif bukan sekadar kepemimpinan yang mengelola rutinitas atau kreativitas secara administratif, melainkan kepemimpinan yang memiliki visi jauh ke depan, mampu membaca arah perubahan dan peluang, berani melakukan terobosan, serta sanggup menggerakkan dan menyatukan seluruh potensi sivitas akademika.
“Saya meyakini, dengan latar belakang akademik dan pengalaman yang dimiliki, Bapak Prof. Dr. Andi Bahrun mampu menghadirkan kepemimpinan yang tidak hanya menjaga nilai-nilai institusi dan kebersamaan, tetapi juga mendorong lompatan kemajuan bagi universitas di Indonesia, khususnya Unsultra,” ungkapnya.
Ia menuturkan bahwa, perlu diketahui pada pekan lalu LLDikti Wilayah IX Sultanbatara telah menyelenggarakan Anugerah LLDikti Tahun 2025. Salah satu penerima penghargaan tersebut adalah Prof Andi Bahrun, yang dianugerahi penghargaan sebagai Pimpinan Perguruan Tinggi Paling Inovatif.
Sementara Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Sultra, Dr. M. Yusuf, SH.,MH menerangkan bahwa, Prof Andi Bahrun harus terus meningkatkan kinerja dan inovasi sebagaimana yang telah dilakukan pada periode-periode sebelumnya. “Saya menaruh kepercayaan penuh kepada beliau, karena beliau merupakan satu-satunya guru besar yang secara konsisten membesarkan Unsultra hingga memasuki periode kepemimpinan yang keempat,” ucapnya.
Ia menyebut bahwa, alasan Prof Andi Bahrun di dipertahankan karena beliau sangat rasional. Jika dilihat latar belakang dan rekam jejak akademiknya, beliau merupakan alumni dari Denmark, dimana
sistem pendidikannya menanamkan nilai integritas tinggi. “Dalam sejarah dunia, sistem pendidikan tersebut dikenal sebagai salah satu yang paling rendah tingkat korupsinya. Karena itu, saya sangat mengapresiasi kejujuran, semangat inovasi, serta komitmen beliau terhadap tata kelola perguruan tinggi yang bersih dan profesional,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa, fakta menunjukkan bahwa di bawah kepemimpinan Prof Andi Bahrun, Unsultra telah berada pada level nasional bahkan internasional. Perkembangannya sangat signifikan, dimulai dari hanya empat program studi, kini telah berkembang menjadi sembilan belas program studi, dan ke depan siap melangkah membuka Program Magister Hukum. “Jadi saya menghimbau agar Prof Andi Bahrun dapat menciptakan guru besar dari seluruh fakultas,” tutupnya. (win).










































